Prabowo Terkesan Pengelolaan Sampah Banyumas, Jateng Targetkan Zero Sampah 2028

3 Min Read
Presiden Prabowo Subianto didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau TPST BLE di Desa Kaliori, Banyumas, Selasa (28/4/2026).

BANYUMAS, ReaksiNasional.com – Presiden Prabowo Subianto terkesan dengan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis ekonomi sirkular yang diterapkan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Model tersebut dinilai efektif dan berpotensi direplikasi secara , seiring target Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mewujudkan zero sampah pada 2028.

Kunjungan Presiden ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Desa Kaliori, Selasa (28/4/2026), didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Dalam kesempatan itu, Presiden menerima paparan mengenai sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir yang telah berjalan di Banyumas.

Kepala UPTD TPST Banyumas, Edy Nugroho, menjelaskan bahwa sistem yang diterapkan mengusung konsep waste to value, yakni mengubah sampah menjadi bernilai ekonomi. Pengelolaan dilakukan secara berjenjang, mulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga, pengolahan di TPS3R oleh masyarakat, hingga pemrosesan akhir di TPST BLE menjadi bahan bakar alternatif berupa Refuse Derived Fuel (RDF).

Berdasarkan data yang dipaparkan, timbulan sampah di Banyumas mencapai 738,80 ton per hari, dengan sekitar 77,76 persen atau 574,52 ton telah terkelola. Sementara itu, sekitar 164 ton per hari masih dalam proses penanganan, terutama di wilayah yang belum memiliki fasilitas pengolahan.

Presiden menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan sistem tersebut dan menilai model Banyumas dapat menjadi contoh nasional dalam penanganan sampah. Ia menegaskan pemerintah pusat akan mendorong pengembangan sistem serupa melalui bantuan langsung agar dapat diperluas dan disempurnakan.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden juga menekankan bahwa persoalan sampah menjadi prioritas nasional yang harus diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan. Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut sejumlah pejabat pemerintah pusat, termasuk Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, serta Wakil Menteri Koordinator Pangan, bersama Bupati Banyumas.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa ketertarikan Presiden juga mencakup pengembangan RDF yang saat ini terus diperluas di berbagai daerah di Jawa Tengah. Ia menyebutkan sebanyak 13 kabupaten tengah dalam proses pengembangan RDF, sementara tiga kabupaten telah beroperasi.

Menurutnya, model Banyumas menjadi contoh konkret pengelolaan sampah terpadu yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari rumah tangga hingga pemanfaatan akhir. Pemerintah provinsi juga tengah mempercepat pembangunan fasilitas RDF dengan dukungan empat pabrik semen sebagai offtaker hasil olahan sampah.

Selain itu, konsep pengolahan regional juga disiapkan untuk wilayah dengan volume sampah besar, seperti Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya, guna meningkatkan efisiensi pengelolaan.

Ahmad Luthfi optimistis Jawa Tengah mampu melampaui target nasional zero sampah yang ditetapkan pada 2029. Ia menargetkan capaian tersebut dapat diraih lebih cepat, yakni pada 2028.

Kunjungan Presiden ini sekaligus memperkuat posisi Banyumas sebagai salah satu model nasional pengelolaan sampah modern berbasis teknologi dan kolaborasi lintas sektor.

Share This Article