JAKARTA, ReaksiNasional.com – Presiden RI, Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh terhadap penguatan pembinaan atlet usia dini melalui pembangunan Akademi Olahraga Nasional yang akan menjadi salah satu fokus strategis pemerintah dalam mencetak generasi atlet berprestasi di masa depan.
Program tersebut dirancang untuk menjaring sekaligus membina talenta olahraga sejak usia sekolah melalui sistem pendidikan yang terintegrasi mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Dengan konsep tersebut, identifikasi dan pembinaan atlet potensial dapat dilakukan sejak usia 8 hingga 10 tahun.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir mengatakan dukungan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat pertemuan yang berlangsung di kediaman pribadi presiden di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).
“Bapak Presiden mendorong apalagi ada pemusatan yang namanya Akademi Olahraga nanti yang kita dimulai dari SD, SMP, SMA,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Menurut Erick, perhatian besar Presiden Prabowo terhadap pembinaan atlet usia dini menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun fondasi prestasi olahraga nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Ia menilai keberadaan Akademi Olahraga Nasional akan menjadi langkah strategis dalam menciptakan sistem pembinaan atlet yang terstruktur, terukur, dan berkesinambungan sehingga mampu menghasilkan atlet-atlet yang kompetitif di tingkat internasional.
Selain meningkatkan kualitas pembinaan, program tersebut juga diharapkan dapat memperkuat proses regenerasi atlet nasional. Dengan pembinaan yang dilakukan sejak usia dini, pemerintah dapat memetakan dan menyiapkan calon atlet masa depan secara lebih sistematis.
“Jadi siapa yang akan menjadi atlet ke depan dari usia 8-10 tahun sudah mulai dibina,” jelas Erick.
Pemerintah berharap melalui Akademi Olahraga Nasional, Indonesia memiliki sistem pencarian bakat dan pembinaan olahraga yang lebih terintegrasi sehingga mampu meningkatkan daya saing atlet nasional dalam berbagai ajang olahraga internasional di masa mendatang.


