Potensi Kenaikan Harga BBM Global Picu Kekhawatiran Biaya Penerbangan Haji

2 Min Read
Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Abdulfattah bin Sulaiman Mashat bersama Wamenhaj RI Dahnil Anzar Simanjuntak saat pertemuan bilateral di Madinah membahas kesiapan penyelenggaraan haji 2026.

MADINAH, ReaksiNasional.com – Pemerintah Arab Saudi mengingatkan potensi kenaikan harga bahan bakar global yang dapat berdampak pada biaya penerbangan jemaah haji, meskipun secara umum persiapan penyelenggaraan ibadah haji telah dilakukan secara matang.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdulfattah bin Sulaiman Mashat, dalam pertemuan bilateral bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Madinah.

Mashat menegaskan bahwa dinamika global, khususnya di sektor energi, perlu menjadi perhatian bersama kedua negara. Ia menilai potensi kenaikan harga bahan bakar dapat berpengaruh langsung terhadap biaya operasional penerbangan, yang pada akhirnya berdampak pada penyelenggaraan ibadah haji.

Menurutnya, langkah antisipatif perlu disiapkan sejak dini agar layanan transportasi udara bagi jemaah tetap berjalan optimal dan tidak mengganggu kenyamanan maupun keselamatan.

Menanggapi hal tersebut, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa pemerintah Indonesia akan melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga kualitas layanan haji, baik dari aspek transportasi maupun konsumsi jemaah selama berada di Tanah Suci.

Ia menyampaikan bahwa keselamatan jemaah menjadi prioritas utama, terutama terkait keamanan penerbangan serta ketersediaan logistik pangan. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan aspek keselamatan dan pelayanan jemaah sebagai fokus utama penyelenggaraan haji.

Selain itu, Dahnil juga menyoroti pentingnya kesiapan sektor konsumsi. Berdasarkan hasil peninjauan ke sejumlah dapur katering di Arab Saudi, ia mendorong agar penyedia layanan makanan menyiapkan cadangan bahan baku hingga tiga bulan ke depan, termasuk makanan siap saji untuk mengantisipasi kondisi darurat.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kebutuhan konsumsi jemaah tetap terpenuhi dengan baik selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Dengan berbagai langkah mitigasi yang disiapkan, pemerintah berharap potensi dampak kenaikan harga bahan bakar global dapat diminimalkan, sehingga penyelenggaraan ibadah haji 2026 tetap berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah Indonesia.

Share This Article