Polres Demak Bangun Sumur Bor untuk Atasi Krisis Air Bersih Pascabanjir di Guntur

3 Min Read
Kapolres Demak bersama warga mengikuti doa dan tasyakuran pembangunan sumur bor di Masjid Jami’ Baitur Rohim, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Selasa (28/4/2026).

, ReaksiNasional.com – Kepolisian Resor Demak membangun sumur bor untuk membantu penyediaan air bersih bagi warga Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, yang mengalami keterbatasan akses air pascabanjir.

Pembangunan sumur bor tersebut ditandai dengan doa bersama dan tasyakuran di Masjid Jami’ Baitur Rohim pada Selasa (28/4/2026), yang dihadiri Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra, jajaran pejabat utama Polres, perwakilan PT Saprotan Utama, Forkopimcam Guntur, Kepala Desa Trimulyo, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan mahasiswa.

Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra menyampaikan bahwa wilayah Dukuh Solondoko merupakan salah satu daerah terdampak banjir dengan jumlah penduduk mencapai 118 kepala keluarga atau sekitar 432 jiwa. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan akses air bersih, terutama karena fasilitas Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan warga.

Ia menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi prioritas penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan, sanitasi, dan aktivitas sehari-hari masyarakat. Menurutnya, kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus memberikan kontribusi nyata dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Pembangunan sumur bor ini, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana sekaligus wujud kepedulian sosial. Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat dan menjadi simbol gotong royong berbagai pihak dalam membantu warga bangkit dari dampak bencana.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada PT Saprotan Utama yang telah berkolaborasi dalam mendukung pembangunan sumur bor tersebut. Ia menilai sinergi antara institusi dan dunia usaha menjadi kunci dalam menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Trimulyo, Supawi, mengungkapkan bahwa keterbatasan sarana air bersih selama ini menjadi persoalan mendasar di wilayahnya. Ia menyebut hanya terdapat satu fasilitas Pamsimas yang melayani empat dukuh, sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga, khususnya di Dukuh Solondoko.

Menurutnya, pembangunan sumur bor tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih, terutama setelah terdampak banjir. Ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Polres Demak dan seluruh pihak yang telah berkontribusi.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, mandi, dan keperluan rumah tangga lainnya.

Share This Article