PMI Kota Semarang Tingkatkan Kapasitas Pendamping Difabel Lewat Pelatihan Pertolongan Pertama

3 Min Read
Suasana workshop pendampingan aman dan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus dalam situasi darurat yang digelar PMI Kota Semarang bersama Polbitrada di Aula Kampus Tembalang, Selasa (28/4/2026).

, ReaksiNasional.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang meningkatkan kapasitas pendamping difabel melalui pelatihan keterampilan pertolongan pertama dalam Workshop Pendampingan Aman dan Inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus dalam Situasi Darurat yang digelar di Aula Kampus Politeknik Bina Trada (Polbitrada), Kecamatan Tembalang, Selasa (28/4/2026).

Ketua Panitia, Danang Baskhoro Adhi, menjelaskan kegiatan tersebut diikuti 30 peserta dari 13 kelompok yang terdiri atas dua Sekolah Luar Biasa (SLB) serta 11 komunitas difabel di Kota Semarang. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari relawan, pendamping difabel, pelajar, hingga masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap isu kemanusiaan dan kesiapsiagaan.

Menurut Danang, para peserta sebelumnya telah memiliki pengalaman dalam mendampingi penyandang disabilitas maupun keluarganya. Melalui pelatihan ini, PMI memberikan tambahan keterampilan agar para pendamping mampu memberikan pertolongan pertama dalam situasi darurat, seperti saat bencana atau kecelakaan di lingkungan sehari-hari.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas tersebut agar para pendamping tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga mampu menjadi pihak yang memberikan manfaat. Bahkan, diharapkan kelompok difabel dapat memiliki kemampuan untuk menolong diri sendiri maupun membantu orang lain dalam kondisi tertentu.

Danang juga menyoroti pentingnya sosialisasi pertolongan pertama sebagai hak setiap warga negara. Dengan keterampilan tersebut, pendamping diharapkan dapat berperan dalam memberikan perlindungan bagi kelompok rentan, termasuk difabel dan lansia, baik dari aspek fisik, sosial, maupun lingkungan.

Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sosial PMI Kota Semarang, dr. RP Uva Utomo, MH, Sp.FM, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari sosialisasi Bulan Kemanusiaan atau Bulan Dana PMI 2026 yang mengusung tema “Humanity for Elderly and People With Disabilities”.

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut bertujuan memberikan pemahaman sekaligus meningkatkan kemampuan tenaga pendidik di SLB dan relawan difabel dalam menghadapi situasi darurat. Fokus pelatihan kali ini diarahkan pada pendamping, bukan langsung kepada penyandang disabilitas, meskipun sebelumnya PMI telah sering memberikan pelatihan kesiapsiagaan bencana kepada kelompok difabel.

Menurutnya, keterampilan yang diberikan meliputi kemampuan dasar penyelamatan diri dan evakuasi, sehingga ke depan para pendamping dapat membantu menciptakan kemandirian bagi difabel dalam menghadapi kondisi darurat.

Sementara itu, Direktur Politeknik Bina Trada, Mugiyanto, S.Sos., M.M, menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Ia menilai kolaborasi ini sejalan dengan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diimplementasikan di lingkungan masing-masing, baik untuk memperkuat aspek mental, psikologis, maupun kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat di kalangan komunitas difabel.

Share This Article