BANDUNGAN, ReaksiNasional.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Tengah memastikan ketersediaan kantong darah bagi masyarakat dalam kondisi aman. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan pelayanan unit donor darah atau UDD PMI di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat PMI Jawa Tengah, mengatakan ketersediaan darah di Jawa Tengah saat ini terpenuhi. Menurutnya, setiap UDD mampu memproduksi darah dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah ketersediaan darah di Jawa Tengah kita terpenuhi. Jumlahnya 17.000 per bulan,” ujar Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin, seusai membuka Rapat Koordinasi Unit Pengelola Darah PMI se-Jawa Tengah di Hotel Wahid Bandungan, Kamis (4/6/2026).
Gus Yasin mengapresiasi koordinasi yang terbangun dengan baik di internal PMI Jawa Tengah. Ia juga menilai PMI Jawa Tengah memiliki hubungan kerja yang baik dengan provinsi lain, sehingga dapat saling membantu ketika ada permintaan darah.
“Serapan di Jawa Tengah juga bagus. Sehingga banyak rumah sakit yang meminta darah kepada PMI,” imbuhnya.
Dalam sambutannya, Gus Yasin meminta rapat koordinasi tersebut menjadi momentum untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap PMI sebagai salah satu pilar pelayanan kesehatan dan kemanusiaan. Kepercayaan itu, menurutnya, penting untuk terus dijaga, terutama setelah masa pemulihan dari dampak pandemi Covid-19.
Ia menyebut, pada 2024 PMI se-Jawa Tengah telah memproduksi rata-rata 63.318 kantong darah setiap bulan. Selain itu, tiga UDD telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yakni UDD PMI Kota Surakarta, Kota Semarang, dan Kabupaten Banyumas.
“PR kita ada di 35 kabupaten dan kota, dan mari ke depan kita tingkatkan lagi,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala UDD Provinsi Jawa Tengah, Okty Prahalanitya, mengatakan rapat koordinasi tersebut bertujuan meningkatkan mutu pelayanan darah UDD PMI Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan itu juga diharapkan memperkuat komunikasi dan koordinasi UDD PMI kabupaten dan kota se-Jawa Tengah.
“Diharapkan juga meningkatkan komunikasi dan koordinasi UDD PMI Kabupaten Kota se-Jawa Tengah,” ujarnya.
Dengan penguatan koordinasi dan peningkatan mutu layanan, PMI Jawa Tengah berharap ketersediaan darah bagi masyarakat dapat terus terjaga secara berkelanjutan serta mampu memenuhi kebutuhan rumah sakit dan layanan kesehatan di berbagai daerah.


