Ad imageAd image

PKK Kota Semarang Ajak Muslimat NU Tembalang Perkuat Peran Keluarga Sukseskan Program Pemerintah

4 Min Read
Ketua TP PKK Kota Semarang Listyati Purnama Rusdiana menghadiri pengajian dan pertemuan rutin PAC Muslimat NU Kecamatan Tembalang di Kelurahan Sendangmulyo, Kota Semarang, Ahad (11/1/2026).

, ReaksiNasional.com – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Listyati Purnama Rusdiana mengajak Pimpinan Anak Cabang Kecamatan untuk turut menyukseskan berbagai program pemerintah, khususnya yang menyentuh langsung lingkungan keluarga dan rumah tangga. Ia menilai peran ibu-ibu yang aktif di badan otonom Nahdlatul Ulama tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan struktur RT dalam menggerakkan perubahan perilaku di tingkat keluarga.

Hal itu disampaikan Listyati, yang akrab disapa List, saat menghadiri pengajian dan pertemuan rutin PAC Muslimat NU Kecamatan Tembalang di RT 02 RW 08 Kelurahan Sendangmulyo, Kota Semarang, Ahad (11/1/2026) pagi. Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong Muslimat NU agar turut menggerakkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mulai dari kebiasaan memilah dan mengolah sampah hingga upaya menekan angka stunting.

Menurutnya, meskipun secara struktural terdapat ketua RT, peran nyata dalam keseharian keluarga lebih banyak dijalankan oleh para ibu. Karena itu, keterlibatan organisasi perempuan dinilai strategis untuk memastikan program pemerintah benar-benar berjalan di tingkat paling bawah.

Listyati mengungkapkan bahwa Kota Semarang memiliki sekitar 10.600 RT, di mana setiap PKK RT telah mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp3 juta, ditambah dana operasional RT. Ia berharap anggaran yang telah digelontorkan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal melalui pergerakan masyarakat yang nyata dan kolaborasi dengan organisasi perempuan yang aktif.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ia menambahkan, Wali Kota Semarang juga berpesan agar seluruh elemen masyarakat mendukung program prioritas daerah, yakni Semarang Bersih, Semarang Sehat, Semarang Cerdas, Semarang Tangguh, dan Semarang Makmur. Program-program tersebut dinilai penting sebagai fondasi penyiapan generasi muda agar mampu menyongsong bonus demografi dan Indonesia Emas 2045.

Listyati menekankan bahwa pada 2045 mendatang, sekitar 80 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif. Jika tidak disiapkan sejak dini melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan masalah sosial seperti pengangguran dan kemiskinan.

Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan data bahwa rumah tangga di Kota Semarang yang telah menerapkan program pilah sampah baru mencapai sekitar 36 persen. Data tersebut, kata dia, menjadi salah satu indikator kinerja lurah dan camat yang dipantau secara daring melalui Sistem Informasi Manajemen PKK. Persoalan kesehatan lingkungan, lanjutnya, menjadi perhatian serius pemerintah kota, termasuk melalui koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup terkait program pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Menanggapi arahan tersebut, Ketua PAC Muslimat NU Kecamatan Tembalang Dwi Supratiwi menyampaikan bahwa pihaknya telah mulai melakukan sosialisasi program unggulan sejak terpilih dalam Konferensi Anak Cabang pada 19 Desember 2025. Program tersebut disiapkan untuk masa khidmah 2025–2030 dengan fokus sinergi bersama pemerintah.

Ia menjelaskan, terdapat tiga program unggulan PAC Muslimat NU Tembalang, yakni Mustika Darling (Muslimat Cantik Sadar Lingkungan), Mustika Mesem (Muslimat Cantik Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem), dan Mustika Segar (Muslimat Cantik Sehat dan Bugar). Ketiga program tersebut menjadi prioritas utama dalam mendukung kebijakan pemerintah di tingkat lokal.

Menurut Dwi, keaktifan dalam organisasi Muslimat NU tidak hanya sebatas kegiatan pengajian, tetapi juga diwujudkan melalui aksi sosial dan kemasyarakatan yang berdampak langsung bagi lingkungan sekitar.

Share This Article