Pipa Pabrik Kimia PT MCCI Meledak, Kemenperin Terjunkan Tim Wasdal

2 Min Read
Kementerian Perindustrian menerjunkan tim pengawasan dan pengendalian ke lokasi insiden ledakan pipa steam reactor di fasilitas produksi PT Mitsubishi Chemical Indonesia di Cilegon, Banten.

JAKARTA, ReaksiNasional.com – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bergerak cepat merespons insiden ledakan pipa steam reactor pada fasilitas produksi PT Mitsubishi Chemical Indonesia (PT MCCI) di Jalan Merak Raya, Cilegon, Banten.

PT MCCI merupakan perusahaan yang memproduksi purified terephthalic acid (PTA). Menyikapi insiden tersebut, Menperin menginstruksikan Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) serta Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) untuk menerjunkan tim pengawasan dan pengendalian atau Wasdal ke lokasi.

Tim tersebut ditugaskan memastikan penanganan pascainsiden berjalan cepat, tepat, dan sesuai prosedur keselamatan industri sebagaimana diatur dalam Permenperin 19/2019 dan Permenperin 25/2021.

“Bapak Menteri Perindustrian memberikan perhatian terhadap insiden tersebut dan langsung menginstruksikan jajaran teknis untuk turun ke lapangan melakukan pengawasan, koordinasi, serta memastikan kondisi operasional industri dan keselamatan pekerja serta masyarakat di sekitar lokasi agar dapat segera ditangani secara optimal,” kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief di Jakarta, Selasa (26/5).

Febri menjelaskan, Tim Wasdal Kemenperin diterjunkan untuk berkoordinasi dengan manajemen perusahaan, aparat terkait, serta pemerintah daerah. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi awal penyebab insiden sekaligus memastikan langkah mitigasi berjalan sesuai standar keselamatan dan keamanan industri kimia.

Kementerian Perindustrian menegaskan, aspek keselamatan kerja dan keamanan operasional industri menjadi prioritas utama dalam pengembangan sektor manufaktur nasional, khususnya pada industri kimia yang memiliki risiko operasional tinggi.

Selain melakukan pengawasan terhadap penanganan insiden, Kemenperin meminta perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan proses produksi, kelayakan peralatan industri, serta penerapan standar keselamatan dan keamanan secara lebih ketat.

“Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pelaku industri agar terus meningkatkan disiplin operasional, penerapan keamanan dan keselamatan operasional produksi serta preventive maintenance terhadap fasilitas produksi guna meminimalkan potensi gangguan maupun kecelakaan industri,” lanjut Febri.

Kemenperin memastikan akan terus memantau perkembangan penanganan insiden hingga kondisi operasional dinyatakan aman dan stabil. Di sisi lain, koordinasi lintas kementerian dan lembaga bersama aparat penegak hukum serta pemerintah daerah terus dilakukan untuk mendukung proses investigasi dan pemulihan operasional industri secara bertahap.

Share This Article