SEMARANG, ReaksiNasional.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang mengimbau pelanggan terdampak gangguan layanan air untuk memanfaatkan pasokan air bersih dari truk tangki yang disediakan secara gratis.
Gangguan layanan tersebut terjadi sejak Sabtu (23/5) sore hingga Minggu (24/5) akibat kerusakan pipa jaringan PDAM di kawasan Jembatan Tiga Bambankerep, Mijen. Kondisi itu berdampak pada sekitar 40 ribu pelanggan, terutama di wilayah Semarang Barat, dengan keluhan aliran air mengecil hingga berhenti mengalir.
Direktur PT Air Semarang Barat (ASB), Yudi Nurpriantono, mengatakan pihaknya masih melakukan perbaikan terhadap pipa jaringan transmisi yang mengalami gangguan. PT ASB menargetkan perbaikan pipa dapat tertangani pada Minggu (24/5) malam, sekitar pukul 21.00 hingga 00.00 WIB.
“Dua hari ini sejak Sabtu (23/5) sore sampai Minggu (24/5) layanan air ke pelanggan mengalami gangguan, akibat perbaikan pipa yang terkendala untuk melayani area wilayah Semarang Barat. Kerusakan pipa dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem sehingga membuat tanah labil yang dilewati jaringan pipa terkendala,” ujar Yudi saat ditemui di kantornya, Minggu (24/5).
Yudi menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan aliran air tersebut. Menurutnya, kerusakan terjadi akibat kondisi alam yang sulit diprediksi, terutama karena pergerakan tanah setelah hujan dengan intensitas tinggi.
“Ini tidak bisa dihindari dan diduga, karena memang kondisi alam berubah cepat, membuat tanah bergerak karena hujan terutama dengan intensitas tinggi. Memang daerah di jembatan tiga, lokasi tanahnya bergerak sehingga pipa terhambat,” paparnya.
Ia menjelaskan, gangguan pipa di kawasan tersebut sudah beberapa kali terjadi dalam satu bulan terakhir. Pergerakan tanah menyebabkan pipa ikut bergerak dan menimbulkan kerusakan pada titik-titik lemah, seperti sambungan, flange, maupun dudukan pipa.
“Bulan ini saja sudah terjadi tiga kali ya. Pipa sampai pecah, sambungan bermasalah, flange-nya bocor karena biasanya tanah bergerak sehingga gerakan membuat pipa ikut bergerak, pipa mencari paling titik terlemah, masalahnya di sambungan, flange-nya dan kakinya,” tambahnya.
Yudi menegaskan, pihaknya berupaya menangani kerusakan pipa secepat mungkin agar layanan kepada pelanggan dapat kembali normal. Namun, proses perbaikan dipengaruhi tingkat kerusakan dan kondisi medan di lokasi.
“Jaringan pipa ini untuk suplai kebutuhan air bersih Semarang Barat, dan cepat atau lamanya penanganan tergantung tingkat kerusakan dan lokasinya apakah bisa diakses dengan cepat. Kalau gampang itu cepat, tapi titik sekarang berada sangat curam ke bawah sehingga lama, dan ekskavator butuh waktu untuk sampai titik itu,” ungkapnya.
Selain kawasan Jembatan Tiga, titik rawan pipa lainnya berada di Jembatan Dua. Lokasi tersebut disebut sudah mengalami kendala sejak 2024 karena kondisi tanah yang labil.
Sementara itu, Plt Direktur Teknik PDAM Tirta Moedal, Hariyadi, mengatakan PDAM melakukan langkah antisipasi berupa switching atau pengalihan aliran distribusi yang disuplai dari wilayah Semarang Barat melalui TGM Gunungpati dan IPAM Kaligarang.
“Sehingga paling tidak dapat mengurangi keluhan dari pelanggan. Pelanggan yang terdampak seluruh cabang barat ini, ada 40 ribu, switching ini diperkirakan baru bisa melayani 30 persen dari total pelanggan,” katanya.
Selain pengalihan distribusi, Hariyadi menyebut enam truk tangki terus dioperasikan untuk melayani pelanggan di daerah terdampak. Truk tangki tersebut telah bergerak sejak Sabtu sore dan masih terus mendistribusikan air bersih.
“Truk tangki kami dari kemarin sore sampai hari ini tidak berhenti untuk mendistribusikan air bersih ke daerah terdampak,” katanya.
Ke depan, PDAM Tirta Moedal juga akan mendatangkan tenaga ahli dari Jakarta untuk memberikan rekomendasi penanganan pada titik rawan pipa di lokasi tersebut. Menurut Hariyadi, titik rawan pipa jaringan sepanjang 120 meter berada di area dengan kondisi tanah yang kerap bergerak.
“Upaya kami menunggu tenaga ahli memberikan rekomendasinya apa. Titik rawan pipa jaringan di lokasi tersebut sepanjang 120 meter, tanahnya sering bergerak. Padahal air baku ASB meng-cover seluruh area Semarang Barat,” jelasnya.
Secara terpisah, Kepala Humas PDAM Tirta Moedal, Charisma Mayang Sari, menegaskan bantuan air bersih melalui mobil tangki diberikan gratis khusus bagi pelanggan terdampak. Karena jumlah pelanggan yang terdampak cukup besar, distribusi dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas.
“Karena jumlah pelanggan yang terdampak cukup besar, pengiriman air tangki akan dilakukan secara berurutan skala prioritas,” katanya.
Pelanggan yang membutuhkan bantuan air bersih darurat dapat menghubungi layanan pelanggan 24 jam melalui WhatsApp atau call center 08112680060 dan nomor bebas pulsa 08001503888.


