Ad imageAd image

Pimpin Upacara HAB ke-80 di Rembang, Wagub Jateng Tekankan Sinergi hingga Akar Rumput

3 Min Read

REMBANG, Reaksi Nasional – Wakil Gubernur , , memimpin Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama (Kemenag) RI tingkat Kabupaten Rembang. Upacara berlangsung khidmat di halaman MAN 2 Rembang, Jalan Sunan Bonang, Lasem, Sabtu (3/1/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri atas guru, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Kabupaten Rembang, serta siswa MAN 2 Rembang.

Dalam amanatnya, Wagub yang akrab disapa Gus Yasin ini menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan umat. Ia sengaja memilih hadir di tingkat kabupaten untuk memastikan koordinasi berjalan hingga ke level teknis di daerah.

“Saya memilih di Kabupaten Rembang karena ingin lebih ke dalam lagi, bekerja sama sampai ke kantor agama di tingkat kabupaten,” ujar putra almarhum KH Maimoen Zubair tersebut.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Buahkan Prestasi Toleransi

Gus Yasin memaparkan bahwa kolaborasi lintas instansi ini telah membuahkan hasil konkret. Indikatornya terlihat dari penetapan sejumlah daerah di Jawa Tengah, seperti Salatiga, Magelang, dan Semarang, sebagai kota toleran.

Puncaknya, Jawa Tengah memborong penghargaan pada ajang tahun 2025. Dari 18 kategori yang diperebutkan secara nasional, Jawa Tengah berhasil menyabet 9 penghargaan.

Selain capaian penghargaan, sinergi juga diwujudkan melalui program strategis di lapangan. Hingga akhir 2025, telah terbentuk 25 Desa Sadar Kerukunan, 75 titik Kampung Moderasi Beragama, Kampung Zakat, serta implementasi Gerakan Merah Marun (Menyemai Ramah untuk Masyarakat Rukun) di 14 kabupaten/kota.

“Selain penguatan toleransi, Pemprov Jateng juga memberikan perhatian kepada guru-guru agama melalui program insentif yang dilaksanakan bersama Kementerian Agama,” tambahnya.

Indikator Keberhasilan Kemenag

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Rembang, Moh. Mukson, menyambut positif kehadiran Wakil Gubernur yang dinilai menjadi suntikan semangat bagi jajarannya.

Mukson menekankan bahwa tolok ukur keberhasilan Kemenag sebenarnya sangat sederhana, yakni dilihat dari kedekatan umat dengan nilai-nilai agama.

“Indikator keberhasilan Kemenag sangat sederhana. Jika umat lebih dekat dengan agama, maka Kemenag berhasil menjalankan tupoksinya. Sebaliknya, jika umat makin jauh dari agama, maka Kemenag gagal menjalankan fungsinya,” tegas Mukson.

Rangkaian peringatan HAB ke-80 di Rembang ditutup dengan sarasehan bertajuk “Satu Jam Lebih Dekat Bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah” yang membahas penguatan pembangunan berkelanjutan berbasis kerukunan.

Share This Article