Peternak Unggas Kaltara Keluhkan Harga Pakan, Pemprov Fasilitasi Jagung Murah

2 Min Read
Aktivitas peternak unggas di Kalimantan Utara saat pemberian pakan, di tengah upaya pemerintah daerah menekan harga jagung untuk stabilitas usaha peternakan.

TANJUNG SELOR, ReaksiNasional.com – Peternak unggas di Kalimantan Utara mengeluhkan tingginya harga pakan ternak yang berdampak pada meningkatnya biaya produksi. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) mengambil langkah konkret dengan memfasilitasi penyediaan jagung berharga terjangkau bagi peternak.

Kepala Bidang Peternakan DPKP Kalimantan Utara Surianto Semuel menyampaikan bahwa pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah kabupaten/kota, Perum Bulog, serta asosiasi peternak untuk mencari solusi atas tingginya harga pakan, khususnya pada sektor unggas petelur dan pedaging.

“Melalui rapat ini, disepakati adanya kemudahan bagi peternak untuk mendapatkan jagung dengan harga lebih terjangkau melalui Bulog,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Ia menjelaskan, penyaluran jagung akan dilakukan melalui asosiasi peternak agar distribusi lebih tepat sasaran. Dalam mekanisme tersebut, asosiasi akan menghimpun data kebutuhan jagung dari para anggotanya di masing-masing daerah untuk kemudian disampaikan ke dinas kabupaten/kota dan diteruskan ke tingkat provinsi.

Selanjutnya, data tersebut akan disampaikan kepada Badan Pangan untuk diteruskan ke Bulog pusat sebagai dasar penetapan kebutuhan jagung di Kalimantan Utara. Setelah itu, Bulog wilayah Kaltara akan menyalurkan jagung sesuai kebutuhan peternak di lapangan.

Adapun harga jagung ditetapkan sebesar Rp6.400 per kilogram di gudang Bulog, atau Rp5.500 per kilogram jika diambil langsung dari petani maupun melalui asosiasi peternak.

“Dengan skema ini, diharapkan harga pakan bisa ditekan sehingga usaha peternak tetap berjalan,” tegasnya.

Pemerintah provinsi juga memastikan bahwa data kebutuhan jagung dari kabupaten/kota yang telah dihimpun akan segera ditindaklanjuti ke pemerintah pusat agar distribusi berjalan optimal.

Melalui program ini, diharapkan keresahan peternak terhadap tingginya harga jagung dapat teratasi sekaligus menurunkan biaya produksi pakan, sehingga stabilitas sektor peternakan di Kalimantan Utara tetap terjaga.

Share This Article