Ad imageAd image

Peringati Hari Tuli Nasional, Pemkab Ciamis Dorong Kesadaran Kolektif Pembangunan Inklusif

3 Min Read
Asisten Administrasi Umum (Asda III) Pemkab Ciamis Wawan Ruhyat membacakan sambutan tertulis Bupati Ciamis pada pembukaan Seminar Hari Tuli Nasional di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Minggu (11/1/2026).

CIAMIS, ReaksiNasional.com – Pemerintah Kabupaten Ciamis menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan yang inklusif melalui peringatan Hari Tuli Nasional. Dalam sambutan tertulis Bupati Ciamis Herdiat Sunarya yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Wawan Ruhyat, disebutkan bahwa peringatan Hari Tuli Nasional tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat.

Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa penyandang tuli merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat yang memiliki martabat, hak, dan kesempatan yang sama untuk berkarya sesuai potensi yang dimiliki. Tema “Hak dan Kesetaraan Tuli” dinilai mengandung pesan kuat bahwa akses komunikasi, informasi, lingkungan yang inklusif, bahasa isyarat, serta kesempatan kerja yang setara merupakan hak dasar setiap manusia, bukan bentuk belas kasihan.

Bupati Ciamis juga menyoroti bahwa berbagai hambatan yang kerap dihadapi komunitas Tuli sejatinya bukan terletak pada kondisi fisik, melainkan pada lingkungan dan sistem yang belum sepenuhnya ramah. Karena itu, pemerintah daerah mengajak dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat luas untuk mengubah paradigma dalam memandang komunitas Tuli, dari anggapan keterbatasan menjadi potensi yang mampu memperkaya pembangunan daerah.

Sementara itu, Ketua Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia , Rosmayadi, mengingatkan bahwa perjuangan pemenuhan hak-hak Tuli telah berlangsung selama 66 tahun sejak 1960. Ia mengungkapkan rasa syukurnya karena kini semakin banyak yang bangga dengan identitasnya dan aktif berkolaborasi dengan masyarakat dengar dalam berbagai bidang.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Rosmayadi menekankan bahwa tidak boleh ada ketimpangan antara hak Tuli dan hak masyarakat dengar. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperkuat kebijakan yang menjamin kesetaraan hak, baik bagi komunitas Tuli maupun masyarakat secara umum.

Kegiatan peringatan Hari Tuli Nasional tersebut diinisiasi oleh Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia Kabupaten Ciamis dan diisi dengan seminar yang menghadirkan narasumber inspiratif, Phieter Angdika. Kehadiran narasumber tersebut memberikan wawasan mengenai pentingnya kesetaraan akses dan pemenuhan hak-hak komunitas Tuli di Indonesia.

Selain seminar, acara juga diramaikan dengan sesi sosialisasi belajar bahasa isyarat yang diikuti peserta secara antusias. Kegiatan ini bertujuan menjembatani komunikasi antara komunitas Tuli dan masyarakat dengar, sekaligus menghapus stigma bahwa berinteraksi dengan penyandang Tuli merupakan hal yang sulit.

Untuk mendukung kemandirian ekonomi, panitia turut menggelar bazar UMKM yang menampilkan berbagai produk kreatif hasil karya penyandang Tuli dan pelaku usaha lokal. Bazar tersebut menjadi bukti nyata bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi besar dalam berkontribusi terhadap perekonomian daerah.

Peringatan Hari Tuli Nasional di Kabupaten Ciamis ini diharapkan menjadi titik tolak penguatan komitmen bersama dalam menghadirkan kebijakan dan langkah nyata menuju daerah yang semakin ramah disabilitas dan menjunjung tinggi prinsip kesetaraan.

Share This Article