BATANG, ReaksiNasional.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan mendorong penguatan kemitraan antara ritel modern dan koperasi desa sebagai strategi pemenuhan kebutuhan gizi nasional sekaligus penggerak ekonomi rakyat. Menurutnya, program pemenuhan pangan bergizi memiliki dampak ekonomi yang sangat besar jika dilihat dari skala kebutuhan nasional.
Zulkifli Hasan mencontohkan kebutuhan pangan bergizi bagi anak-anak yang volumenya mencapai puluhan juta unit per hari. Ia menyebutkan, apabila setiap anak membutuhkan satu butir telur per hari, maka secara nasional diperlukan sekitar 82,9 juta butir telur setiap hari. Jumlah serupa juga berlaku untuk kebutuhan sayur dan buah, yang masing-masing mencapai 82,9 juta porsi per hari. Kondisi tersebut, menurutnya, membuka peluang ekonomi yang sangat besar bagi peternak, petani, pelaku UMKM, hingga pelaku distribusi pangan di daerah, termasuk di Kabupaten Batang.
Ia menegaskan bahwa Presiden Republik Indonesia telah mengeluarkan berbagai kebijakan strategis di sektor pangan, yang pelaksanaannya terus dipantau secara langsung di lapangan. Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa dalam kurun waktu lebih dari satu tahun terakhir, pemerintah telah melahirkan puluhan instruksi dan peraturan presiden terkait pangan, yang mengharuskan jajaran terkait aktif turun ke daerah untuk memastikan implementasi program berjalan optimal dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Selain program makanan bergizi, pemerintah juga tengah mendorong pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan dalam skala besar. Zulkifli Hasan menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan 80.000 koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia, dengan sekitar 30.000 koperasi ditargetkan sudah terbentuk pada Mei 2026. Program tersebut dijalankan dengan dukungan penuh dari TNI untuk mempercepat pelaksanaan di lapangan.
Ia menjelaskan bahwa koperasi desa akan berperan sebagai simpul distribusi sekaligus penampung hasil produksi masyarakat desa, mulai dari produk UMKM hingga hasil pertanian dan perikanan, seperti gabah, jagung, ikan, telur, ayam, sayur, dan buah. Selanjutnya, koperasi desa akan menyuplai berbagai kebutuhan program pemerintah, termasuk program pangan nasional.
Setiap koperasi desa, lanjutnya, juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti kendaraan operasional, cold storage, serta berfungsi sebagai agen sembako, LPG, pupuk, dan kebutuhan dasar lainnya. Koperasi desa juga akan menjadi infrastruktur pemerintah dalam penyaluran bantuan pangan, bantuan tunai, serta distribusi alat dan sarana pertanian.
Zulkifli Hasan menegaskan bahwa konsep tersebut merupakan wujud nyata Gerakan Ekonomi Rakyat yang sejalan dengan gagasan Ekonomi Pancasila sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yang menekankan prinsip kesetaraan, keadilan, dan kebersamaan dalam pembangunan ekonomi nasional.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada TNI dan Polri atas dukungan terhadap program pangan nasional, khususnya dalam penguatan produksi dan distribusi beras serta jagung. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi faktor penting dalam percepatan pembentukan koperasi desa secara serentak di seluruh Indonesia.


