Penguatan Sinergi Lintas Stakeholder, Bakesbangpol Kota Semarang Gelar Sarasehan Evaluasi dan Harmonisasi

3 Min Read
Kepala Bakesbangpol Kota Semarang bersama narasumber dari FKUB, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, aparat, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, dan perwakilan kecamatan saat dialog interaktif dan sarasehan sinergi aspirasi antar stakeholder di Hotel Quest Prime, Jalan Pemuda, Semarang, Selasa (30/6), guna memperkuat stabilitas, kerukunan umat beragama, dan kamtibmas.

, ReaksiNasional.com – Stabilitas keamanan, kerukunan umat beragama, dan ketenteraman masyarakat dinilai menjadi fondasi utama bagi keberhasilan pembangunan daerah. Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Kota Semarang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Semarang menggelar Dialog Interaktif dan Sarasehan “Sinergi Aspirasi Antar Stakeholder untuk Evaluasi dan Harmonisasi” di Hotel Quest Prime, Jalan Pemuda, Semarang, Selasa (30/6).

Kegiatan itu mengusung tema “Penguatan Sinergi Stakeholder dalam Menjaga Stabilitas, Kerukunan Umat Beragama dan Kamtibmas sebagai Fondasi Kota Semarang yang Maju, Berkeadilan Sosial dan Inklusif.” Forum tersebut menghadirkan unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya sebagai ruang dialog untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Kepala Bakesbangpol Kota Semarang, Bambang Pramusinto, mengatakan tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen. Menurut dia, sarasehan itu menjadi sarana membangun kesamaan persepsi, menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis bersama dalam menjaga stabilitas daerah, memperkuat kerukunan umat beragama, dan meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Melalui dialog interaktif dan sarasehan ini, kami ingin membangun kesamaan persepsi, menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis bersama dalam menjaga stabilitas daerah, memperkuat kerukunan umat beragama serta meningkatkan kewaspadaan dini terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas. Sinergi seluruh stakeholder merupakan modal utama untuk mewujudkan Kota Semarang yang aman, harmonis, dan mendukung keberhasilan pembangunan,” ujar Bambang.

Ia menambahkan, forum tersebut juga merupakan implementasi visi pembangunan Kota Semarang Tahun 2025–2029, yakni “Kota Semarang Menjadi Pusat Ekonomi yang Maju, Berkeadilan Sosial, Lestari, dan Inklusif.” Menurutnya, pembangunan ekonomi hanya dapat tumbuh secara berkelanjutan apabila ditopang oleh situasi keamanan, ketertiban, dan kehidupan masyarakat yang rukun.

Selain menjadi wadah penyampaian aspirasi, kegiatan itu diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat deteksi dini, mencegah potensi konflik sosial, dan meningkatkan kolaborasi lintas sektor. Bambang menegaskan bahwa menjaga stabilitas keamanan dan kerukunan bukan semata tugas pemerintah maupun aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat untuk memperkuat toleransi, mengedepankan dialog, bersikap bijak dalam menyikapi informasi, dan menjaga persatuan di tengah keberagaman.

“Melalui sinergi yang berkelanjutan, Pemerintah Kota Semarang berharap tercipta kondisi daerah yang aman, damai dan inklusif, sehingga seluruh program pembangunan dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, narasumber lain juga berasal dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat. Acara itu turut dihadiri perwakilan kecamatan di Kota Semarang serta forum-forum kerukunan beragama lainnya sebagai bagian dari upaya memperkuat harmoni sosial dan ketahanan daerah.

Share This Article