Penanganan Banjir dan Longsor di Jateng Masih Terkendali, Status Darurat Belum Ditetapkan

3 Min Read
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi didampingi jajaran pemerintah daerah dan unsur TNI-Polri saat meninjau lokasi banjir di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Selasa (13/1/2026).

PATI, ReaksiNasional.com – Pemerintah Provinsi belum menetapkan status darurat bencana meskipun hujan berintensitas tinggi memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa hingga saat ini di lapangan masih berjalan cepat, terkoordinasi, dan dalam kondisi terkendali.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat meninjau langsung lokasi banjir di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Selasa (13/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Bupati Pati Sudewo, Wakil Bupati Ardhi Chandra, jajaran organisasi perangkat daerah, serta unsur TNI dan Polri.

Berdasarkan data penanganan bencana di Kabupaten Pati, banjir tercatat melanda 59 desa di 15 kecamatan. Dampaknya meliputi 55 rumah terdampak, satu rumah rusak berat, dan lima rumah rusak sedang. Selain itu, terdapat 15 titik kerusakan talud dan akses jalan, serta satu fasilitas umum berupa musala yang terdampak. Sebanyak 15 kepala keluarga atau 46 jiwa sempat mengungsi di Balai Desa Doropayung.

Sementara itu, bencana longsor terjadi di 10 desa pada tiga kecamatan dengan total sekitar 121 titik longsor. Peristiwa tersebut mengakibatkan 20 rumah terdampak, sekitar 80 kepala keluarga atau 264 jiwa terdampak langsung, serta satu orang meninggal dunia.

Dalam peninjauan lapangan tersebut, Ahmad Luthfi memastikan penyaluran bantuan dan penanganan korban di Pati berjalan tanpa hambatan. Pemerintah, kata dia, berupaya menjaga agar aktivitas masyarakat tetap berlangsung, termasuk memastikan kebutuhan dasar dan layanan publik tidak terganggu.

Ia menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan mencakup logistik, layanan kesehatan, bahan baku, serta persiapan obat-obatan. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Palang Merah Indonesia (PMI), serta pemerintah kabupaten agar bantuan dapat tersalurkan secara cepat dan merata.

Menurut Gubernur, kondisi penanganan di Kabupaten Pati menjadi salah satu pertimbangan utama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk belum menetapkan status darurat bencana secara menyeluruh. Koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, OPD, TNI, dan Polri dinilai masih berjalan efektif dan responsif terhadap dinamika di lapangan.

Kendati demikian, ia mengakui sejumlah wilayah lain di Jawa Tengah membutuhkan perhatian khusus. Di Kabupaten Jepara, longsor terjadi di banyak titik, termasuk di Desa Tempur yang sempat terisolasi akibat terputusnya akses jalan. Selain itu, banjir juga melanda Kabupaten Kudus dengan dampak yang cukup luas terhadap permukiman warga.

Ahmad Luthfi menambahkan bahwa seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah pada prinsipnya telah menyiapkan sarana dan prasarana penanganan bencana, baik melalui pemerintah daerah, OPD, maupun sinergi bersama TNI dan Polri.

Terkait opsi rekayasa cuaca, Gubernur menyampaikan langkah tersebut belum ditempuh karena memerlukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta mempertimbangkan kondisi cuaca ekstrem yang juga terjadi di sejumlah daerah lain.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi, kesiapsiagaan, dan respons cepat agar dampak banjir dan longsor dapat ditekan, sekaligus memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat terdampak.

Share This Article