Ad image

Pemprov Jateng Tuntaskan Infrastruktur Pengairan 2025, Atasi Rob hingga Irigasi

3 Min Read

SEMARANG – Pemerintah Provinsi menyelesaikan sejumlah proyek infrastruktur pengairan strategis sepanjang tahun 2025. Fokus pembangunan diarahkan pada dua sektor krusial, yakni pengendalian banjir rob di kawasan pesisir dan jaminan suplai air irigasi untuk pertanian.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jawa Tengah, , menyatakan bahwa sepanjang 2025 pihaknya telah membangun delapan embung baru, merevitalisasi dua embung, serta menyelesaikan 14 paket perbaikan daerah aliran sungai (DAS).

“Penguatan DAS difokuskan pada wilayah strategis seperti DAS Pemali, Bodri, Kutho, dan Blorong. Kebijakan ini bertumpu pada ketahanan pangan melalui perbaikan jaringan irigasi dan fungsi embung,” ujar Henggar di Semarang, Selasa (30/12/2025).

Salah satu proyek signifikan adalah pembangunan tanggul penahan rob di Sungai Bremi-Meduri, Kota Pekalongan. Tanggul berupa parapet beton cyclop setinggi 1,5 meter ini dibangun sepanjang 2.333 meter. Pengerjaan pada tahun 2025 mencakup 733 meter sebagai bagian dari proyek tahun jamak yang dimulai sejak 2021.

Infrastruktur ini kini melindungi tiga desa yang sebelumnya menjadi langganan banjir rob, yakni Desa Mulyorejo, Tegaldowo, dan Karangjompo.

Kepala Desa Mulyorejo, Samroni, membenarkan dampak positif pembangunan tersebut. Menurutnya, air pasang yang biasanya menggenangi jalan dan permukiman kini dapat tertahan.

“Dulu hampir setiap hari ada luapan sungai. Sekarang sudah tidak ada lagi. Jalan juga tidak tergenang,” kata Samroni.

Di sektor pertanian, revitalisasi embung di Desa Triharjo, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, memberikan dampak nyata bagi petani. Embung berkapasitas 11.400 meter kubik tersebut mampu mengairi sekitar 25 hektare lahan pertanian.

Matori, seorang petani setempat, menyebut keberadaan embung menjamin ketersediaan air saat musim kemarau yang biasanya membuat lahan kering. “Sekarang bisa terairi dan hasil panen juga meningkat,” ungkapnya.

Selain itu, Pemprov Jateng juga tengah menyiapkan pengoperasian (PATS) di Desa Dukuh Lengkong, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Wilayah ini berada di elevasi rendah sehingga rentan terhadap genangan rob dan hujan.

Pompa berkapasitas 2 x 125 liter per detik ini bekerja dengan sistem hibrida, memadukan panel surya dan listrik. Rencananya, fasilitas ini akan diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada Rabu (31/12/2025).

Menyongsong tahun 2026, Henggar menambahkan bahwa pihaknya telah menyiagakan 15 unit pompa mobile berkapasitas 250 liter per detik. Langkah ini sebagai antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologis.

“Ini harus dibarengi dengan peran masyarakat. Menjaga DAS dan lingkungan menjadi kunci agar dampak siklus hidrometeorologis bisa ditekan,” pungkas Henggar.

Share This Article