Pemprov Jateng Terima Hibah ToyaKU, Teknologi Penghasil Air Minum dari Udara

4 Min Read
Sekda Jawa Tengah Sumarno menerima hibah alat penghasil air minum dari udara “ToyaKU” dari Universitas Dian Nuswantoro di kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang.

SEMARANG, ReaksiNasional.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima hibah berupa alat penghasil air minum melalui udara bernama ToyaKU dari Universitas Dian Nuswantoro. hasil riset mahasiswa tersebut dikembangkan untuk menghasilkan air siap minum tanpa bergantung pada sumber air tanah, sungai, maupun jaringan PDAM.

Hibah satu unit ToyaKU diserahkan langsung oleh Rektor Udinus, Pulung Nurtantio Andono, kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, di kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Selasa (5/5/2026).

Mewakili Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Wakil Gubernur, Taj Yasin Maimoen, Sumarno menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dikembangkan Udinus tersebut. Bahkan, ia turut mencoba langsung air minum yang dihasilkan dari alat tersebut.

“Kami mengapresiasi dari teman-teman Udinus yang melakukan inovasi untuk ToyaKU ini. Ini luar biasa karena menangkap air dari udara. Tadi saya mencoba airnya segar,” kata Sumarno usai acara.

Menurutnya, kualitas air yang dihasilkan ToyaKU tidak berbeda dengan air yang berasal dari mata air. Inovasi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, terutama menjelang musim kemarau panjang yang diprediksi mulai terjadi pada Juni 2026 berdasarkan prakiraan BMKG.

“Mudah-mudahan dengan model-model alat seperti ini juga menjadi bagian kita menangani kekurangan kebutuhan air utamanya air bersih di musim kemarau nanti,” imbuhnya.

Ia berharap teknologi tersebut dapat terus dikembangkan dan diproduksi dalam jumlah lebih banyak agar bisa dimanfaatkan di daerah-daerah yang mengalami kesulitan air bersih atau minim sumber mata air.

Sementara itu, Prof Pulung menjelaskan ToyaKU merupakan Smart Atmosphere Water Federation yang lahir dari hasil riset mahasiswa Udinus. Teknologi tersebut mampu memanen air langsung dari udara dan telah dilengkapi fitur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta Internet of Things (IoT).

“Insyaallah kesehatannya terjamin karena sudah diperiksa oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang,” jelasnya.

Ia mengatakan, hasil riset yang dikembangkan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya berhenti di lingkungan kampus, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Melalui hibah kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pihaknya berharap teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kami percaya bahwa pemerintah provinsi Jateng bisa memanfaatkan hasil riset kami secara maksimal,” ujarnya.

Menurut Pulung, ketersediaan air minum masih menjadi tantangan di berbagai daerah, khususnya saat musim kemarau melanda wilayah yang mengalami kesulitan air bersih. Saat ini, pihaknya juga tengah mengupayakan hak paten untuk teknologi ToyaKU.

Adapun alat tersebut telah memperoleh sertifikasi layak minum dari Dinas Kesehatan Kota Semarang dan mampu memproduksi sekitar delapan liter air dalam waktu 12 jam.

Kepala Biro Umum Setda Provinsi Jawa Tengah, Laksono Dewanto, turut mengapresiasi hibah tersebut. Menurutnya, teknologi ToyaKU bekerja layaknya dispenser yang mampu menyerap udara untuk diolah menjadi air layak minum.

Ia menambahkan, alat hibah dari Udinus tersebut akan ditempatkan di ruang publik milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar dapat dimanfaatkan masyarakat dan tamu yang berkunjung ke kantor gubernur.

“ToyaKU ini akan kami tempatkan di public space, di co-working space kami. Di situ ada Rumah Rakyat. Harapannya seluruh tamu yang berdatangan di kantor gubernur bisa menikmati dan memanfaatkan ToyaKU,” pungkasnya.

Share This Article