Pemprov Jateng Tangani Banjir Pekalongan, Pompa Dikerahkan dan Logistik Ratusan Juta Digelontorkan

3 Min Read
Petugas BPBD bersama TNI-Polri mengoperasikan pompa air dan memasang sandbag untuk penanganan darurat banjir di wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

, ReaksiNasional.com – Pemerintah Provinsi terus mengintensifkan penanganan bencana banjir yang melanda Kota dan Kabupaten Pekalongan dengan mengerahkan belasan unit serta menyalurkan bantuan logistik senilai ratusan juta rupiah bagi warga terdampak. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk melakukan penanganan secara cepat, terpadu, dan tepat sasaran sesuai kebutuhan pengungsi.

Gubernur menegaskan bahwa keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas utama. Melalui koordinasi lintas perangkat daerah Pemprov Jawa Tengah, pemerintah kabupaten dan kota, serta instansi terkait, seluruh langkah penanganan darurat diminta berjalan terintegrasi agar dampak banjir dapat segera diminimalkan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catur Penanggungan, menjelaskan bahwa bantuan awal telah disalurkan sejak 7 Januari 2026, masing-masing sebesar Rp169.731.854 untuk Kota Pekalongan dan Rp182.236.270 untuk Kabupaten Pekalongan, dengan total bantuan awal mencapai Rp359.395.578. Bantuan tersebut mencakup logistik dasar dan kebutuhan darurat bagi warga terdampak banjir.

Selain bantuan awal, Pemprov Jawa Tengah kembali menyalurkan bantuan lanjutan bagi korban banjir di Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Sosial, BPBD, dan Dinas Ketahanan Pangan setempat senilai Rp187.109.308, ditambah bantuan sebesar Rp25 juta dari Korpri Provinsi Jawa Tengah. Bantuan tersebut ditujukan untuk memperkuat penanganan pengungsi dan mendukung operasional dapur umum.

Dalam upaya percepatan penanganan banjir, Pemprov Jawa Tengah juga mengerahkan total 12 unit mobile pompa air. Sebanyak delapan unit berasal dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah, sementara empat unit lainnya merupakan bantuan dari BPBD kabupaten dan kota, yakni Demak, Kota Semarang, Kota Solo, dan Pemalang. Pompanisasi dilakukan secara intensif untuk mempercepat surutnya genangan air.

Selain pompa air, penanganan darurat juga dilakukan melalui peninggian tanggul menggunakan sandbag. Kegiatan ini dilakukan secara kolaboratif antara Pemprov Jawa Tengah, Pusdataru, DPUPR, serta TNI dan Polri guna menahan limpasan air agar tidak meluas ke permukiman warga.

Bergas menjelaskan bahwa banjir di wilayah Pekalongan relatif sulit surut akibat curah hujan yang tinggi, ditambah limpasan dari Sungai Sengkarang dan Sungai Meduri. Kondisi geografis wilayah Pekalongan yang berupa daerah cekungan turut memperparah genangan air di sejumlah titik.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur menyampaikan bahwa sejak awal kejadian, pemerintah provinsi telah memberikan perhatian serius kepada para korban banjir di Kota dan Kabupaten Pekalongan. Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan makan, peralatan evakuasi, sandang seperti selimut, serta perlengkapan keluarga.

Ia menegaskan Pemprov Jawa Tengah berupaya memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi dengan baik agar kondisi pengungsian tetap layak dan nyaman meskipun bersifat sementara. Pemerintah berharap dengan berbagai upaya tersebut, banjir dapat segera surut dan aktivitas masyarakat Pekalongan kembali normal.

Share This Article