PATI, ReaksiNasional.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan sejumlah langkah penanganan jangka pendek untuk mengurangi dampak banjir yang melanda Kabupaten Pati, mulai dari peninggian tanggul, rencana pemasangan tanggul karet di wilayah utara, hingga pompanisasi untuk mempercepat pembuangan air dari kawasan terdampak.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan bahwa banjir di Pati merupakan banjir limpahan yang diperparah oleh kondisi tanggul yang dinilai belum cukup tinggi menahan debit air. Ia menyebutkan, dalam waktu cepat Pemprov Jateng akan mengusulkan penanganan darurat guna mengurangi limpahan air ke kawasan permukiman.
Menurut Taj Yasin, langkah pertama yang akan dilakukan adalah meninggikan tanggul di titik-titik rawan. Selain itu, ia mengungkapkan gagasan pemasangan tanggul karet di wilayah utara Pati untuk menahan dorongan air rob yang ikut memperparah banjir. Dorongan rob tersebut dinilai menambah volume air yang masuk ke wilayah daratan saat curah hujan tinggi terjadi bersamaan dengan pasang laut.
Selain penguatan tanggul, Pemprov Jateng juga menyiapkan pompanisasi agar air yang menggenangi wilayah terdampak dapat segera dibuang. Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat surutnya banjir, meskipun penanganan akan dilakukan secara bertahap karena pembuangan air di satu titik berpotensi berdampak pada wilayah lainnya. Meski demikian, Taj Yasin menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan kawasan permukiman warga.
Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Pati, Taj Yasin yang mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau tiga lokasi terdampak banjir, yakni Posko Banjir dan Dapur Umum di Aula Kecamatan Juwana, Posko Banjir di Balai Desa Doropayung, serta Posko Banjir di Balai Desa Bumirejo, Juwana. Pada kesempatan tersebut, ia memastikan layanan dapur umum, logistik, dan kesehatan bagi para pengungsi berjalan dengan baik. Didampingi sang istri, Hj Nawal Arafah Yasin, Taj Yasin juga menyempatkan diri membersamai petugas dapur umum menyiapkan makanan bagi para pengungsi.
Banjir yang melanda Kabupaten Pati terjadi akibat curah hujan tinggi dan berdurasi panjang sejak 9 Januari 2026. Selain hujan deras, banjir dipicu oleh luapan sungai yang tidak mampu menampung debit air, tanggul jebol, serta aliran sungai yang tersumbat material. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah, banjir berdampak pada 77 desa dengan jumlah warga terdampak mencapai 20.960 kepala keluarga atau 62.892 jiwa. Hingga Selasa (20/1/2026) pukul 18.00 WIB, tercatat masih terdapat 650 jiwa atau 200 kepala keluarga yang mengungsi.
Selain permukiman warga, banjir juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur di 44 titik yang meliputi talud, tanggul, bendungan, serta akses jalan. Luasan lahan pertanian yang terdampak tercatat mencapai sekitar 1.300 hektare sawah.


