SEMARANG, ReaksiNasional.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi partisipasi 53 perusahaan di Jawa Tengah yang mengikutsertakan para pekerjanya dalam program pemeriksaan kesehatan gratis. Tingginya antusiasme tersebut bahkan mengantarkan pelaksanaan program ini meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Apresiasi tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno saat hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dalam acara Penganugerahan Piagam MURI Pemeriksaan Kesehatan Gratis Terintegrasi SatuSehat pada Pekerja di Perusahaan Terbanyak, yakni 53 perusahaan dalam kurun waktu lima hari. Acara tersebut digelar di Lantai 6 Gedung Penunjang RSUP Dr Kariadi Semarang, Selasa (10/2/2026).
Piagam penghargaan MURI tersebut dianugerahkan kepada RSUP Dr Kariadi dan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti atas kolaborasi dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pekerja. Sumarno menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam program tersebut.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan gratis merupakan upaya preventif untuk mencegah penyakit kronis serta menjaga produktivitas tenaga kerja. Kolaborasi dengan dunia usaha dinilai sebagai langkah efektif untuk mendukung kinerja pegawai, karena kesehatan menjadi fondasi utama dalam bekerja.
Sumarno menambahkan, penghargaan dari MURI bukan semata-mata untuk mengejar rekor, melainkan menjadi motivasi dan inspirasi agar pelaksanaan program serupa ke depan dapat dilakukan dengan kualitas yang lebih baik dan jangkauan yang lebih luas.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa program cek kesehatan gratis merupakan kebijakan Presiden Prabowo dengan tujuan utama memastikan masyarakat Indonesia tetap sehat. Menurutnya, langkah paling sederhana untuk menjaga kesehatan adalah dengan rutin melakukan pemeriksaan.
Ia menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan seharusnya dilakukan secara berkala, minimal satu kali dalam setahun, bukan hanya sekali seumur hidup. Selain pemeriksaan, masyarakat yang terdeteksi mengalami gangguan kesehatan juga akan mendapatkan pengobatan secara gratis.
Budi menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan kini tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit atau puskesmas, tetapi juga dapat dilaksanakan di sekolah untuk menyasar anak-anak serta di perusahaan untuk para pekerja. Ia juga menyoroti tiga persoalan kesehatan terbesar yang banyak dialami masyarakat Indonesia, yakni obesitas, infeksi gigi, dan tekanan darah tinggi, sementara penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian adalah stroke dan jantung. Oleh karena itu, masyarakat diminta rutin memeriksa tekanan darah, kadar lemak, dan gula darah.
Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr Kariadi Agus Akhmadi menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan gratis tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional Tahun 2026. Selama periode 26 hingga 31 Januari 2026, tercatat sebanyak 1.210 pekerja telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis di RS Kariadi.
Jenis pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengecekan tekanan darah, berat dan tinggi badan, gula darah, asam urat, serta kolesterol. Dari hasil pemeriksaan, tercatat 22 persen peserta memiliki kadar kolesterol tinggi, 36 persen mengalami tekanan darah tinggi, dan 34 persen berada dalam kategori kelebihan berat badan. Selain itu, sekitar 3 persen pekerja memerlukan pemeriksaan lanjutan, sementara sebagian besar lainnya dinyatakan sehat dan layak bekerja.
Agus juga menambahkan bahwa pemeriksaan kebugaran pegawai di RS Kariadi rutin dilakukan sebanyak empat kali dalam setahun dengan hasil mayoritas pegawai berada dalam kondisi sehat.
Di lokasi terpisah, puluhan pekerja RS Kariadi juga terlihat mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis di Lantai 1 Gedung Penunjang. Salah satu pekerja, Bima, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut karena dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.


