SEMARANG, Reaksi Nasional – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang membantah isu yang menyebut adanya praktik jual beli atau hilangnya koleksi Harimau Benggala (Panthera tigris tigris) di Semarang Zoo.
Bantahan tersebut disampaikan oleh Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat (Ekbang Kesra) Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur. Ia menegaskan, berkurangnya jumlah harimau di kebun binatang tersebut disebabkan oleh adanya program pertukaran koleksi satwa antar-lembaga konservasi.
“Dari dokumen yang saya baca, memang ada pertukaran satwa yang kita miliki dengan kebun binatang lain. Itu sudah ada izinnya dari balai konservasi yang ada,” ujar Hernowo saat ditemui di Balai Kota Semarang.
Hernowo memastikan tidak ada transaksi jual beli dalam proses tersebut. Berdasarkan laporan pengelola, mekanisme yang dilakukan adalah tukar-menukar untuk menambah variasi koleksi satwa yang belum dimiliki Semarang Zoo. Pertukaran ini juga dipastikan memiliki nilai konservasi yang setara.
“Kalau sepemahaman saya sampai saat ini tidak ada jual beli. Laporan dari pengelola menyatakan demikian,” tegasnya.
Terkait detail lembaga konservasi yang menjadi mitra pertukaran, Hernowo mengaku tidak menghafal seluruhnya. Namun, ia menyebut salah satunya adalah Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta.
“Kalau tidak salah dengan Ragunan ada. Yang dua lagi saya tidak tahu pasti,” imbuhnya.
Saat ini, Pemkot Semarang tengah mendalami proses administrasi pertukaran satwa yang dilakukan pada masa kepemimpinan Direktur Semarang Zoo sebelumnya, Bimo Wahyu Widodo. Hernowo memastikan seluruh proses tersebut berjalan dalam sepengetahuan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Sebagai informasi, isu ini mencuat setelah akun media sosial Instagram @dinaskegelapan_kotasemarang menyoroti penurunan drastis populasi Harimau Benggala di Semarang Zoo, dari 10 ekor menjadi 4 ekor. Unggahan tersebut mempertanyakan keberadaan sisa harimau dan transparansi pengelolaannya. (*)

