SALATIGA, ReaksiNasional.com – Pemerintah Kota Salatiga secara resmi melepas keberangkatan jemaah calon haji (JCH) tahun 2026 di kompleks Pemerintahan Kota Salatiga, Selasa (28/4/2026) sore. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dengan diiringi doa serta lambaian tangan keluarga yang mengantar para jemaah menuju Tanah Suci.
Sekretaris Daerah (Sekda) Salatiga, Muthoin, yang mewakili Wali Kota Salatiga, berpesan agar seluruh jemaah senantiasa mematuhi arahan petugas selama menjalankan ibadah haji. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan dengan lancar.
“Yang terpenting, panjenengan di sana nanti mematuhi arahan petugas pendamping selama di Tanah Suci, sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan baik,” ujarnya.
Selain itu, Muthoin juga mendoakan agar para jemaah diberikan kesehatan, kemudahan, serta kelancaran dalam menjalankan seluruh rukun dan kewajiban ibadah haji. Ia turut menitipkan pesan agar para jemaah mendoakan Kota Salatiga agar senantiasa dalam kondisi aman dan dijauhkan dari berbagai hal yang tidak diinginkan.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kelancaran proses pemberangkatan jemaah haji tahun ini.
Salah satu jemaah calon haji, Aris Handoyo, mengungkapkan rasa syukur setelah menanti selama kurang lebih 15 tahun untuk menunaikan rukun Islam kelima. Ia berharap dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.
“Kurang lebih 15 tahun kami menunggu. Alhamdulillah sekarang sudah waktunya dan kami mendapat undangan. Harapannya bisa beribadah dengan khusyuk, sehat, dan lancar,” ungkapnya.
Para jemaah diberangkatkan menggunakan lima armada bus dengan pengawalan kepolisian menuju Asrama Haji Donohudan di Boyolali. Sebelum meninggalkan kota, rombongan sempat mengelilingi Alun-alun Lapangan Pancasila sebanyak tiga kali sebagai bentuk pamitan kepada masyarakat.
Suasana haru juga dirasakan oleh keluarga yang mengantar. Dian, salah satu anggota keluarga jemaah, mengaku sedih namun bahagia atas keberangkatan orang tuanya.
“Sedih sih, tapi lebih banyak bahagianya. Yang terpenting kami selalu mendoakan agar bapak-ibu saya sehat selama menjalani ibadah dan pulang ke sini juga dalam keadaan sehat,” tuturnya.
Setibanya di Asrama Haji Donohudan, para jemaah diterima oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo untuk mengikuti arahan serta pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari tahapan persiapan keberangkatan ke Tanah Suci.
Para jemaah dijadwalkan kembali ke Kota Salatiga pada 11 Juni 2026 setelah menunaikan ibadah haji selama kurang lebih 45 hari.


