Ad image

Pemkot Magelang Dampingi Keluarga Pendaki Hilang di Gunung Slamet

3 Min Read
Ayah korban, Dhani Rusman saat ikut dalam operasi pencarian putranya di Gunung Slamet, Pemalang. Foto: istimewa

, ReaksiNasional.com – Pemerintah Kota Magelang menunjukkan empati dan kepedulian dengan mendampingi keluarga Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Kota Magelang yang dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di , Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyampaikan duka mendalam atas musibah tersebut. Ia menegaskan bahwa terus membersamai keluarga survivor sejak laporan kehilangan pada Sabtu, 27 Desember 2025.

“Kami dari Pemkot Magelang terus membersamai keluarga dan memantau perkembangan. Kami juga telah melakukan penggalangan dana. Ali adalah putra dari salah satu staf Pemkot Magelang,” ujar Damar dalam keterangan pers, Kamis (8/1/2026).

Ayah korban, Dhani Rusman, merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang. Keluarga tersebut berdomisili di Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara.

Damar menambahkan, meskipun secara prosedur standar operasi (SOP) pencarian dan penyelamatan telah berakhir, Pemkot Magelang tetap melakukan pemantauan dan memberikan dukungan moral kepada keluarga.

“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar diberikan hasil terbaik. Walaupun SOP penyelamatan telah berakhir, kami tetap memantau,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pemalang, seluruh tim SAR, relawan, serta masyarakat sekitar Gunung Slamet yang telah berupaya maksimal dalam pencarian.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Pemalang dan masyarakat sekitar Gunung Slamet yang dengan tulus membantu melakukan pencarian,” ucapnya.

Terkait donasi yang terkumpul, Wali Kota memastikan bantuan tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan logistik serta dukungan lain dalam upaya pencarian lanjutan secara mandiri.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang Catur Budi Fajar Sumarmo menyampaikan bahwa sejak hari pertama kejadian, Pemkot Magelang telah menyalurkan berbagai bantuan.

“Sejak hari pertama, bantuan dari PMI dan Basarnas sudah disalurkan. Hingga kini masih ada inisiatif dari warga dan relawan untuk melanjutkan pencarian,” jelasnya.

Ia menegaskan, meski pencarian lanjutan dilakukan secara mandiri, Pemkot Magelang tetap memberikan bantuan logistik sebagai wujud empati dan solidaritas.


Kronologi Hilangnya Pendaki

Syafiq Ridhan Ali Razan melakukan pendakian bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu (27/12/2025). Keduanya berencana melakukan pendakian sistem tektok atau naik-turun tanpa menginap.

Namun hingga Minggu malam keduanya tak kembali ke basecamp. Pengelola basecamp kemudian melakukan pengecekan jalur pendakian.

Pada Senin (29/12/2025), tim basecamp menemukan Himawan di sekitar Pos 9 atau sekitar 100 meter dari puncak Gunung Slamet dalam kondisi lemas dan mengalami cedera kaki. Berdasarkan keterangannya, Syafiq sempat turun lebih dahulu untuk mencari bantuan karena mengalami kram otot parah.

Basarnas Semarang kemudian melakukan pencarian intensif dengan melibatkan sedikitnya 70 personel gabungan dari unsur SAR dan relawan terlatih. Operasi pencarian diperpanjang hingga Rabu (7/1/2026) sebelum akhirnya dihentikan sesuai SOP.

Hingga kini, keluarga bersama relawan masih berharap upaya pencarian lanjutan dapat membuahkan hasil terbaik. (*)

Share This Article