Pemkab Kutai Barat Sidak SPBU, Pastikan Stok BBM Aman dan Harga Stabil

2 Min Read
Tim Pengendali Inflasi Daerah Kabupaten Kutai Barat melakukan inspeksi mendadak di salah satu SPBU untuk memastikan ketersediaan BBM tetap aman, Jumat (10/4/2026).

KUTAI BARAT, ReaksiNasional.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) guna memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman dan distribusi berjalan lancar di wilayah tersebut.

Kegiatan yang dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat, Kamius Junaidi, ini melibatkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama unsur terkait, termasuk kepolisian, TNI, dan sejumlah organisasi perangkat daerah. Sidak dilakukan di beberapa SPBU, di antaranya SPBU Belintut, SPBU Mitra Agi Ngenyan Asa, dan SPBU Harkat Bersama Melak.

Dari hasil pemantauan di lapangan, pemerintah memastikan bahwa stok BBM di Kutai Barat dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Selain itu, harga BBM non-subsidi juga terpantau stabil, dengan Pertamax berada di kisaran Rp12.600 per liter dan Dexlite Rp14.500 per liter.

Sementara untuk BBM subsidi, harga Biosolar tercatat sebesar Rp6.800 per liter dan Pertalite Rp10.000 per liter. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan serta mengedepankan efisiensi.

Kamius Junaidi menegaskan pentingnya menjaga kelancaran distribusi BBM, terutama untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat seperti nelayan dan petani agar tidak mengalami hambatan.

Di sisi lain, Kapolres Kutai Barat AKBP Boney Wahyu Wicaksono memastikan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan pengawasan guna mencegah potensi penyimpangan, termasuk penimbunan BBM yang dapat merugikan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama unsur terkait berkomitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga energi, serta memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi secara merata.

Share This Article