Pemkab Cilacap Siapkan 104 Paket Pekerjaan PSDA Senilai Rp29,1 Miliar pada 2026

4 Min Read
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman bersama Sekda Cilacap Sadmoko Danardono dan jajaran pejabat menghadiri apel Dinas PSDA Kabupaten Cilacap sebagai bagian dari penguatan kinerja infrastruktur pengairan tahun 2026.

, ReaksiNasional.com – Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Dinas Pekerjaan Sumber Daya Air menetapkan total anggaran tahun 2026 sebesar Rp29,1 miliar yang dialokasikan ke dalam 104 paket pekerjaan. Anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat sektor pengairan, drainase, serta pelayanan guna mendukung pengendalian banjir dan kesejahteraan masyarakat.

Dari total anggaran tersebut, alokasi terbesar berada pada sektor sekretariat dengan nilai lebih dari Rp15,8 miliar untuk 14 paket pekerjaan. Sektor drainase memperoleh Rp6,68 miliar yang terbagi dalam 52 paket, disusul sektor irigasi dan air baku sebesar Rp5,01 miliar untuk 32 paket pekerjaan. Sementara itu, sektor Sistem Penyediaan Air Minum mendapatkan anggaran Rp1,57 miliar untuk enam paket pekerjaan.

Kepala Dinas PSDA Kabupaten Cilacap Bambang Tujiatno menyampaikan bahwa persoalan genangan dan banjir masih kerap terjadi, baik di wilayah perkotaan maupun kecamatan. Di wilayah Majenang, misalnya, longsoran tanah sempat menyebabkan kelebihan air di area persawahan, sementara saluran pembuangan mengalami sedimentasi tinggi sehingga rawan tersumbat. Kondisi tersebut membutuhkan solusi berkelanjutan yang tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga keterlibatan masyarakat.

Ia menambahkan, setiap kegiatan PSDA pada tahun 2026 akan disertai imbauan kepada masyarakat agar turut menjaga lingkungan dari sampah serta merawat yang telah dibangun. Upaya ini dinilai penting untuk menekan risiko kerusakan saluran dan memaksimalkan manfaat pembangunan.

Berdasarkan data PSDA, kondisi infrastruktur pengairan di Kabupaten Cilacap masih menghadapi tantangan signifikan. Dari total luas irigasi sekitar 64.391 hektare, baru 45,10 persen saluran yang berada dalam kondisi baik, sementara 54,90 persen lainnya tercatat mengalami rusak berat. Pada saluran pembuang atau drainase makro, tingkat kerusakan berat bahkan mencapai 90,18 persen dari total panjang lebih dari 3,28 juta meter.

Sebaliknya, kondisi drainase perkotaan relatif lebih baik, dengan 93,37 persen jaringan berada dalam kondisi layak. Pengelolaan infrastruktur pengairan tersebut dibagi ke dalam empat UPTD, yakni Majenang, Sidareja, Jeruklegi, dan Kroya, dengan beban kerja terbesar berada di wilayah UPTD Majenang.

Selain perbaikan rutin, Pemkab Cilacap juga menaruh perhatian pada proyek strategis berskala besar, salah satunya pembangunan Bendungan Matenggeng di Sungai Cijolang yang berbatasan dengan Jawa Barat. Proyek dengan estimasi anggaran sekitar Rp7 triliun ini dirancang multifungsi, mencakup pembangkit listrik berkapasitas total 627 megawatt, layanan irigasi seluas 28.000 hektare, penyediaan air baku 1,08 meter kubik per detik, serta pengurangan potensi banjir hingga 39,34 persen.

Di sektor pelayanan dasar, capaian akses air minum aman di Kabupaten Cilacap menunjukkan tren positif. Hingga kini, akses air minum aman telah menjangkau 53,29 persen penduduk atau setara 333.632 sambungan rumah, melampaui target sebelumnya sebesar 52,64 persen.

Sementara itu, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman mengapresiasi kinerja jajaran PSDA sepanjang 2025 dan mendorong peningkatan kinerja pada tahun 2026. Meski terdapat pengurangan anggaran sehingga sejumlah program prioritas perlu ditinjau ulang, ia menegaskan seluruh kegiatan harus tetap tepat sasaran, terukur, dan dilaksanakan sesuai jadwal.

Melalui penguatan infrastruktur pengairan, drainase, serta peningkatan layanan air minum, Pemkab Cilacap berharap program-program Dinas PSDA mampu memberikan dampak langsung terhadap produktivitas pertanian, pengendalian banjir, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Data Plugin RankMath

Share This Article