Pemkab Brebes Optimalkan Program CSR untuk Pendampingan dan Layanan Kesehatan Ibu Hamil

4 Min Read
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma berfoto bersama direksi RSUD Ir. Soekarno Ketanggungan dan para ibu hamil penerima manfaat program CSR usai kegiatan pemeriksaan kehamilan, edukasi kesehatan, dan pemberian bantuan gizi di RSUD Ir. Soekarno Ketanggungan, Kabupaten Brebes.

, ReaksiNasional.com – Pemerintah Kabupaten Brebes terus mendorong pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk memperkuat layanan kesehatan ibu hamil melalui pendampingan, pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi, serta pemberian bantuan gizi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu serta anak sejak dini.

Program CSR yang digelar di RSUD Ir. Soekarno Ketanggungan pada Rabu (24/6/2026) memberikan layanan pemeriksaan kehamilan, ultrasonografi (USG), edukasi kesehatan, hingga bantuan makanan tambahan dan vitamin bagi ibu hamil. Sebanyak 250 ibu hamil menjadi penerima manfaat dalam kegiatan tersebut.

Salah satu peserta, Nilah, warga Desa Kubangjati, Kecamatan Ketanggungan, mengaku memperoleh banyak manfaat dari program tersebut. Dengan usia kehamilan 18 minggu dan tengah menantikan kelahiran anak pertamanya, ia merasa lebih siap menjalani masa kehamilan setelah mendapatkan pendampingan dari tenaga kesehatan.

“Programnya sangat positif. Kami mendapatkan materi tentang kehamilan, bantuan makanan tambahan, dan vitamin untuk ibu hamil,” ujar Nilah.

Ia juga mengapresiasi pelayanan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Brebes dan RSUD Ir. Soekarno Ketanggungan. Menurutnya, tenaga kesehatan memberikan pelayanan yang ramah sehingga para ibu hamil merasa nyaman selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Terima kasih kepada Ibu Bupati dan RSUD Ir. Soekarno Ketanggungan. Pelayanannya sangat baik dan tenaga medisnya juga ramah,” katanya.

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengatakan, pemenuhan gizi dan pemeriksaan kesehatan ibu hamil merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi sejak masa kehamilan. Pemerintah Kabupaten Brebes, lanjutnya, terus menghadirkan berbagai program yang mampu menekan risiko stunting sekaligus mengurangi angka kematian ibu dan bayi.

Menurut Paramitha, kesehatan ibu hamil menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Oleh karena itu, pemerintah daerah berupaya memastikan setiap ibu hamil memperoleh akses layanan kesehatan yang memadai, mulai dari pemeriksaan rutin, edukasi kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan gizi.

“Alhamdulillah pagi hari ini, kami melakukan kegiatan rutin yakni program pemenuhan gizi untuk para ibu hamil, kami juga ada program Nakes Door to Door, layanan yang cepat tanggap terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat,” ujar Paramitha.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan dunia usaha melalui program CSR dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting di Kabupaten Brebes.

Selain itu, Paramitha mengimbau para ibu hamil agar memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan tetap aktif sehingga akses terhadap pelayanan kesehatan, terutama menjelang persalinan, dapat diperoleh dengan lebih mudah dan cepat saat dibutuhkan.

Pelaksana Tugas Direktur Utama RSUD Ir. Soekarno Ketanggungan, Tambah Raharjo, mengatakan program CSR tersebut tidak hanya memberikan bantuan nutrisi, tetapi juga menghadirkan pemeriksaan kehamilan, layanan USG, dan edukasi kesehatan sebagai bagian dari deteksi dini terhadap risiko kehamilan.

Menurutnya, pemeriksaan kehamilan secara rutin sangat penting untuk memantau kondisi ibu dan janin sehingga potensi komplikasi dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.

“Melalui program ini, para ibu hamil tidak hanya memperoleh bantuan nutrisi, tetapi juga bekal pengetahuan dan layanan kesehatan yang dibutuhkan selama masa kehamilan,” jelasnya.

Tambah menambahkan, RSUD Ir. Soekarno Ketanggungan terus melakukan pembenahan layanan kesehatan. Saat ini rumah sakit tersebut didukung oleh 16 dokter spesialis, telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, serta menyediakan layanan penjemputan pasien guna meningkatkan kemudahan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Share This Article