Pemkab Batang Siapkan Relokasi Korban Longsor Dukuh Rejosari

2 Min Read
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meninjau lokasi terdampak tanah longsor di Dukuh Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Rabu (28/1/2026).

, ReaksiNasional.com – Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang bagi warga terdampak bencana tanah longsor di , Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Hasil peninjauan di lokasi menunjukkan kawasan tersebut tidak lagi layak dijadikan permukiman karena memiliki potensi tinggi membahayakan keselamatan warga.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan, berdasarkan kondisi geografis dan dampak longsor yang terjadi, area hunian warga berada di zona rawan yang berisiko mengalami longsor susulan, terutama pada musim hujan. Oleh karena itu, pemerintah daerah menilai relokasi menjadi langkah paling aman demi melindungi keselamatan masyarakat terdampak.

Dalam penanganan jangka pendek, memastikan kebutuhan dasar warga selama berada di pengungsian tetap terpenuhi. Bantuan logistik, layanan kesehatan, serta dukungan dari berbagai organisasi perangkat daerah terus disalurkan agar para penyintas tetap dapat menjalani kehidupan yang layak dan stabil selama masa tanggap darurat.

Sementara untuk solusi jangka panjang, pemerintah daerah menegaskan relokasi menjadi pilihan utama guna menghindari ancaman longsor yang masih berpotensi terjadi di wilayah tersebut. Menurut Bupati Faiz, intensitas hujan ekstrem seperti yang terjadi saat ini sulit diprediksi, sehingga risiko bencana akan terus mengintai apabila warga tetap tinggal di lokasi lama.

Pemerintah Kabupaten Batang juga telah melakukan koordinasi dengan kepala desa, camat, Forkopimcam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta dinas terkait untuk mencari lokasi relokasi yang aman. Salah satu alternatif yang tengah dibahas adalah pemanfaatan lahan eks Perhutani yang saat ini dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Di lokasi relokasi tersebut, pemerintah daerah berencana menyiapkan hunian sementara bagi warga terdampak sembari mengupayakan pembangunan perumahan permanen. Pada tahap awal, relokasi akan diprioritaskan bagi sekitar 14 rumah yang berada di titik paling rawan longsor, dengan kemungkinan penambahan sekitar enam hingga delapan rumah lainnya, sehingga total penanganan dapat mencakup sekitar 20 hingga 22 rumah.

Pemkab Batang berharap proses relokasi dapat berjalan lancar sehingga warga terdampak longsor dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih aman dan nyaman tanpa kekhawatiran akan bencana susulan.

Share This Article