Pembukaan Rute Internasional Dorong Investasi Jawa Tengah

3 Min Read

SEMARANG, ReaksiNasional.com – Pembukaan kembali rute penerbangan internasional Semarang–Kuala Lumpur dan Semarang–Singapura yang diinisiasi Gubernur dinilai memberikan dampak positif terhadap iklim investasi di Jawa Tengah. Akses penerbangan langsung tersebut mempermudah mobilitas investor, khususnya dari Singapura yang tercatat sebagai salah satu negara asal penanam modal terbesar di provinsi ini.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengungkapkan bahwa kehadiran penerbangan internasional di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang membawa keuntungan signifikan, baik bagi sektor pariwisata maupun investasi. Menurutnya, pembukaan rute langsung ke Singapura dengan maskapai Scoot mendorong peningkatan kunjungan pelaku usaha asing ke kawasan industri di Jawa Tengah.

Sakina menyebutkan, setelah rute Semarang–Singapura dibuka, banyak investor asal Singapura yang datang langsung ke Kawasan Ekonomi Khusus Kendal. Kawasan tersebut memang didominasi penanam modal dari Singapura sehingga kemudahan akses penerbangan dinilai sangat mendukung percepatan realisasi investasi.

Ia menjelaskan, penerbangan langsung memangkas waktu tempuh perjalanan menuju Jawa Tengah karena investor tidak lagi harus transit di Jakarta. Efisiensi waktu tersebut meningkatkan kenyamanan dan produktivitas kunjungan bisnis, terutama bagi investor yang memiliki agenda padat di kawasan industri.

Berdasarkan catatan DPMPTSP Jawa Tengah, investor asal Singapura menanamkan modal sebesar Rp11,43 triliun atau sekitar 22,48 persen dari total penanaman modal asing di provinsi ini. Capaian tersebut menempatkan Singapura sebagai negara asal investor terbesar kedua di Jawa Tengah setelah Hong Kong.

Sakina menambahkan, penanaman modal asal Singapura mayoritas masuk ke kawasan industri. KEK Kendal sendiri merupakan konsorsium antara PT Jababeka Tbk dari Indonesia dan Sembcorp Development Ltd dari Singapura yang berinvestasi pada pembangunan infrastruktur kawasan industri terpadu.

Untuk memperluas dampak investasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga melakukan pendekatan agar investor yang telah mapan di satu kawasan dapat mengembangkan investasinya ke daerah lain. Strategi tersebut tidak hanya menyasar , tetapi juga penanam modal dari berbagai negara serta investor domestik dan lokal.

Pemprov Jateng, lanjut Sakina, terus membangun relasi yang baik dengan para investor melalui pendampingan perizinan dan fasilitasi usaha, termasuk saat sistem OSS RBA sempat mengalami kendala. Pemerintah daerah hadir untuk duduk bersama dan membantu mencarikan solusi agar investasi tetap berjalan lancar.

Seperti diketahui, Gubernur Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menaruh perhatian besar pada penguatan iklim investasi. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah membuka kembali jalur penerbangan internasional dari Semarang yang sempat terhenti sejak pandemi Covid-19 hingga 2024. Pada masa kepemimpinannya, Ahmad Luthfi menginisiasi pembukaan rute internasional ke Malaysia pada September 2025 dan ke Singapura pada Desember 2025.

Share This Article