Pembangunan 2027, Kabupaten Bogor Fokus Perkuat Infrastruktur dan Layanan Dasar

3 Min Read

, ReaksiNasional.com – Pemerintah Kabupaten Bogor menetapkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas utama dalam rencana pembangunan tahun anggaran 2027. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp300 miliar untuk perbaikan jalan di wilayah barat Kabupaten Bogor, meliputi Rumpin, Parung Panjang, Gunung Sindur, Sukajaya, hingga Nanggung. Ke depan, pembangunan infrastruktur jalan akan terus diperluas, termasuk pembangunan akses jalan sepanjang 18 kilometer di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, pengembangan akses di wilayah Cijeruk, serta penguatan jalur penghubung kawasan Transyogi menuju pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur.

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan pembangunan jalan khusus angkutan tambang di wilayah barat guna mengurangi dampak aktivitas kendaraan tambang terhadap masyarakat sekitar. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan serta keselamatan warga.

Rudy mengungkapkan bahwa tantangan pembangunan di Kabupaten Bogor tergolong kompleks mengingat wilayah ini memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia, yakni sekitar 6,19 juta jiwa yang tersebar di 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan pembangunan terus berkembang dan memerlukan perencanaan yang komprehensif.

Menurutnya, arah pembangunan Kabupaten Bogor pada tahun 2027 tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan layanan dasar masyarakat serta pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah. Salah satu kebijakan yang ditempuh adalah pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi masyarakat dengan nilai pajak di bawah Rp100 ribu.

Pemerintah daerah juga memperkuat program Universal Health Coverage (UHC) dengan menjamin kepesertaan layanan BPJS Kesehatan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor. Saat ini, pemerintah menanggung iuran kesehatan bagi sekitar 6,19 juta penduduk sebagai bentuk komitmen terhadap pemenuhan hak dasar masyarakat.

Di sisi lain, sejumlah proyek strategis turut disiapkan sebagai penggerak pembangunan, di antaranya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pembuangan Akhir Galuga yang ditargetkan mampu menghasilkan listrik sekitar 50 megawatt. Selain itu, pemerintah pusat juga menunjuk Kabupaten Bogor sebagai lokasi pembangunan pusat olahraga berskala internasional di Kecamatan Rancabungur dengan luas sekitar 500 hektare.

Pemerintah Kabupaten Bogor terus melakukan evaluasi terhadap program pembangunan yang telah berjalan, sekaligus merumuskan langkah strategis agar pembangunan dapat merata di seluruh wilayah. Rudy menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari DPRD, pemerintah desa, organisasi masyarakat, hingga seluruh elemen warga.

Ia menekankan bahwa pembangunan Kabupaten Bogor harus dilakukan secara bersama dengan semangat kebhinekaan dan rasa memiliki terhadap daerah, sehingga seluruh program yang dirancang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Share This Article