Pelindo dan Pemprov Jateng Percepat Revitalisasi Pelabuhan dan Pembangunan Dry Port Usai Lebaran 2026

4 Min Read
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bertemu Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar di Jakarta membahas penguatan sistem logistik dan rencana pembangunan dry port.

, ReaksiNasional.com – Penguatan sektor logistik di Jawa Tengah akan dipercepat setelah Lebaran 2026 melalui revitalisasi pelabuhan dan pembangunan dry port. Rencana tersebut merupakan hasil kesepakatan antara PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kesepakatan itu mengemuka dalam pertemuan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar di Anjungan Jawa Tengah, Jakarta, Senin (16/3/2026), di sela kegiatan pelepasan pemudik menuju 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menyatakan bahwa diskusi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berjalan produktif dan sejalan dengan prioritas Pelindo dalam memperkuat sistem logistik nasional. Salah satu fokus utama adalah penataan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang serta rencana pembangunan dry port di kawasan industri.

“Ada penataan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan rencana pembuatan dry port. Ini sejalan dengan kebutuhan pengembangan logistik di Jawa Tengah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pesatnya pertumbuhan kawasan industri di Jawa Tengah membutuhkan dukungan sistem logistik yang lebih efisien. Oleh karena itu, pembangunan dry port di sekitar kawasan industri dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat distribusi barang.

“Jawa Tengah memiliki banyak kawasan industrial estate. Salah satu peluang yang bisa kita jemput adalah membuat dry port di sekitar kawasan industri tersebut,” katanya.

Meski demikian, Pelindo saat ini masih memprioritaskan pelayanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Setelah periode tersebut berakhir, perusahaan akan membentuk tim khusus untuk mempercepat realisasi rencana pembangunan dry port dan peningkatan pengelolaan pelabuhan.

“Intinya habis Lebaran kita akan lari kencang. Kita bentuk satu tim untuk mengembangkan dry port ini, sekaligus meningkatkan pengelolaan pelabuhan,” ungkapnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik komitmen Pelindo dalam mendukung penguatan logistik di wilayahnya. Ia menilai Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam pergerakan kontainer nasional, namun belum dimanfaatkan secara optimal.

Saat ini, sebagian besar pengiriman kontainer dari kawasan industri di Jawa Tengah masih melalui pelabuhan di Jakarta maupun Surabaya. Dari total pergerakan tersebut, hanya sekitar 30 persen yang diberangkatkan langsung dari wilayah Jawa Tengah.

“Padahal kawasan industri di Jawa Tengah terus berkembang. Banyak kabupaten/kota juga sudah mengusulkan kawasan industri dan pusat ekonomi baru,” ujarnya.

Menurutnya, keterbatasan kapasitas pelabuhan menjadi salah satu faktor utama belum optimalnya arus logistik. Revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas telah beberapa kali diusulkan, namun kapasitas yang ada dinilai belum mampu menampung kebutuhan logistik yang terus meningkat.

Akibat kondisi tersebut, banyak kontainer harus dikirim melalui pelabuhan di luar daerah, sehingga potensi ekonomi lokal belum sepenuhnya maksimal. Oleh karena itu, pembangunan dry port dinilai sebagai solusi strategis untuk menciptakan simpul logistik baru.

“Kalau pelabuhan tidak mampu menampung, maka solusinya kita buat dry port sebagai simpul logistik baru,” kata Ahmad Luthfi.

Ia menambahkan, rencana pembangunan dry port sebelumnya juga telah dibahas bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI), dengan sejumlah lokasi strategis yang diusulkan, salah satunya di Kawasan Industri Terpadu Batang. Dry port tersebut direncanakan terintegrasi dengan simpul logistik lain, termasuk rencana pengembangan di Kendal, serta didukung moda transportasi kereta api untuk menunjang mobilitas barang dan pekerja.

Share This Article