Ad image

Pecahkan Rekor Nasional, Ahmad Luthfi Serahkan SK untuk 13 Ribu PPPK Paruh Waktu Jateng

3 Min Read

SEMARANG, reaksinasional.com – Atmosfer haru dan bahagia menyelimuti , Kota Semarang, pada Kamis (11/12/2025). Ribuan yang telah mengabdi belasan tahun akhirnya mendapatkan kepastian status kerja. Gubernur , Ahmad Luthfi, secara simbolis menandatangani dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 13.111 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu untuk formasi tahun 2025.

Jumlah pengangkatan ini mencatatkan rekor sebagai yang terbanyak di tingkat nasional. Secara rinci, 13.111 pegawai tersebut terdiri dari 2.982 formasi guru dan 10.129 formasi teknis. Kebijakan ini merupakan solusi transisi strategis bagi tenaga non-ASN yang sebelumnya telah mengikuti seleksi CASN namun belum lolos pada tahap kompetensi, baik di seleksi CPNS maupun PPPK Tahap I dan II.

Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penerimaan SK ini bukan proses yang mudah. Ia meminta para pegawai yang baru diangkat untuk menjadikan momen ini sebagai motivasi meningkatkan kinerja. Menurutnya, mereka adalah “bahan bakar” baru untuk mengakselerasi pembangunan Jawa Tengah.

“Jumlah ini adalah yang tertinggi secara nasional. Perjuangan kalian tidak mudah, melalui berbagai tahapan seleksi. Maka, jangan sampai setelah SK turun, semangatnya justru kendor. SK ini adalah bentuk kepercayaan negara yang harus dijaga dengan integritas dan kedisiplinan,” tegas Luthfi di hadapan ribuan pegawai.

Para pegawai ini secara resmi berstatus PPPK Paruh Waktu terhitung mulai 1 Oktober 2025 dan akan efektif melaksanakan tugas baru per 1 Januari 2026. Dengan penambahan ini, total kekuatan ASN di lingkungan Pemprov Jateng kini mencapai 63.049 orang, yang meliputi PNS, PPPK penuh waktu, dan PPPK paruh waktu.

Kisah haru mewarnai penyerahan SK tersebut. Salah satunya datang dari Eni Pudiastuti, tenaga administrasi SMAN 6 Semarang yang telah mengabdi selama 16 tahun. Duduk di kursi roda akibat berjuang melawan gagal ginjal selama satu dekade terakhir, Eni tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya.

“Senang sekali, ini sudah saya tunggu-tunggu sangat lama. Semoga nasib kami ke depan menjadi lebih baik,” ucap Eni dengan mata berkaca-kaca.

Rasa syukur serupa diungkapkan Islahul Muwafiq, pegawai Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng. Bapak dua anak yang sebelumnya bekerja sebagai tenaga harian selama lebih dari 15 tahun ini mengaku lega. Selama ini, ia harus memutar otak mencari tambahan penghasilan lewat usaha kecil-kecilan demi membiayai kuliah anaknya, karena honor sebelumnya tidak mencukupi.

Suasana stadion semakin riuh ketika Gubernur Ahmad Luthfi, didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin dan Sekda Sumarno, berkeliling menyapa para pegawai di tribun. Teriakan “Terima kasih Pak Luthfi, Terima kasih Pak Presiden” menggema. Beragam poster unik pun dibentangkan peserta, mulai dari tulisan “Suwun Pak e wis diangkat PPPK, Tambah disayang Bojo” hingga “Sak Stadion Mantu Idaman Kabeh”, menambah semarak acara bersejarah tersebut. (*)

Share This Article