JEDDAH, ReaksiNasional.com – Pembimbing Ibadah Patuna Travel, Fachrur Rozi, menyebut pelaksanaan ibadah haji 2026 yang dijalani rombongannya berlangsung lancar dan nyaman. Pengaturan perjalanan yang terencana sejak berada di Madinah hingga fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna dinilai membuat jemaah dapat beribadah dengan lebih tenang dan khusyuk.
Hal itu disampaikan Fachrur saat ditemui di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Sabtu (6/6/2026). Ia mengatakan, pihaknya mendampingi jemaah selama kurang lebih 20 hari sejak keberangkatan dari Jakarta menuju Madinah.

Pembimbing Ibadah Patuna Travel, Fachrur Rozi
“Alhamdulillah kami mendampingi jemaah mulai dari Jakarta, kemudian ke Madinah untuk beribadah di Masjid Nabawi, dilanjutkan umrah wajib karena mengambil haji tamattu’, lalu bersiap menghadapi puncak haji di Armuzna,” ujar Fachrur.
Dosen UIN Walisongo Semarang itu menjelaskan, proses pemberangkatan menuju Arafah berjalan sesuai jadwal. Rombongan bahkan sudah tiba di Arafah sebelum waktu Subuh sehingga jemaah memiliki waktu cukup untuk beristirahat dan mempersiapkan diri menjalani wukuf.
“Alhamdulillah proses Armuzna berjalan sangat baik. Kami berangkat tepat waktu dan sebelum Subuh sudah berada di Arafah. Wukuf berlangsung dengan lancar hingga malam hari,” katanya.
Setelah menyelesaikan wukuf, rombongan melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah dengan skema murur menyesuaikan kondisi di lapangan. Selanjutnya, jemaah diarahkan menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan Tawaf Ifadah sebelum kembali ke Mina guna melontar Jumrah Aqabah.
Menurut Fachrur, penggunaan hotel transit menjadi salah satu faktor yang membuat jemaah lebih nyaman selama fase puncak haji. Dengan pola tersebut, jemaah dapat beristirahat lebih baik sebelum kembali ke Mina untuk melaksanakan mabit dan melontar jumrah pada hari-hari tasyrik.
“Kami bolak-balik antara tenda Mina dan hotel transit. Jemaah bisa beristirahat lebih nyaman, kemudian kembali melaksanakan lontar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah,” jelasnya.
Rombongan Patuna Travel memilih mengambil nafar awal sehingga seluruh rangkaian wajib haji selesai pada 12 Zulhijah. Setelah itu, jemaah kembali ke Makkah untuk memperbanyak ibadah di Masjidil Haram sambil menunggu jadwal Tawaf Wada.

Fachrur menilai pola perjalanan tahun ini menjadi salah satu pengalaman haji paling nyaman selama dirinya membimbing jemaah. Menurutnya, rangkaian perjalanan dari Madinah, pelaksanaan umrah wajib, persiapan Armuzna, hingga ibadah lanjutan di Masjidil Haram dapat dijalani jemaah dengan baik.
“Menurut kami, ini proses yang sangat nyaman. Dari Madinah, umrah wajib, kemudian istirahat menunggu Armuzna, setelah itu umrah sunnah dan memperbanyak ibadah di Masjidil Haram. Jemaah bisa menikmati seluruh rangkaian ibadah dengan baik,” tuturnya.
Sebelum kembali ke Indonesia, rombongan juga sempat bermalam di Jeddah. Kesempatan tersebut dimanfaatkan jemaah untuk menikmati suasana kota pesisir di tepi Laut Merah sebelum bertolak menuju Tanah Air.
“Semalam kami menginap di Jeddah dan jemaah menikmati suasana pinggir pantai. Hari ini kami menuju bandara untuk kembali ke Jakarta. Mudah-mudahan seluruh proses ini menjadi pengalaman yang disyukuri dan membawa jemaah meraih haji yang mabrur dan mabruroh,” pungkasnya.


