OTT Bupati Pati Mengguncang, Wagub Taj Yasin Pastikan Layanan Publik dan Penanganan Banjir Tetap Jalan

2 Min Read

– Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memastikan roda pemerintahan dan di Kabupaten Pati tetap berjalan normal dan kondusif pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Sudewo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Gus Yasin, sapaan akrabnya, mengaku mengetahui informasi OTT tersebut dari pemberitaan media. Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menghormati sepenuhnya proses hukum yang tengah berjalan dan menyerahkan penanganannya kepada .

“Kami baru mendengar lewat media. Kita sama-sama menunggu penjelasan resmi dari KPK. Selama belum ada pengumuman resmi, kita hormati proses hukum yang sedang berlangsung,” kata Gus Yasin usai melantik Pengurus Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) di Wisma Perdamaian Semarang, Selasa (20/1/2026), mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Ia menegaskan, Pemprov Jateng mendukung penuh upaya penegakan hukum yang dilakukan KPK dan tidak akan melakukan intervensi dalam proses tersebut.

“Kita tidak bisa berspekulasi. Semua kita serahkan kepada KPK. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menghormati dan mendukung langkah penegakan hukum,” tegasnya.

Atas nama Gubernur, Gus Yasin juga mengingatkan seluruh kepala daerah di Jawa Tengah untuk menjaga integritas dan menjauhi praktik korupsi dalam menjalankan amanah pemerintahan.

“Mari kita jaga integritas bersama dan tidak melakukan tindakan-tindakan korupsi,” ujarnya.

Terkait kondisi Kabupaten Pati yang saat ini juga dilanda banjir, Gus Yasin memastikan penanganan bencana dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu meski kepala daerahnya tengah berurusan dengan proses hukum.

“Pelayanan publik tetap berjalan. Penanganan banjir, termasuk pasokan makanan dan obat-obatan bagi masyarakat terdampak di Pati, tetap berjalan normal,” imbuhnya.

Ia menambahkan, Pemprov Jateng telah menyiapkan skema pelayanan berlapis bagi masyarakat terdampak banjir, khususnya kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, penderita stroke, dan warga dengan kondisi kesehatan khusus. Masyarakat juga diminta memanfaatkan aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni untuk mengakses layanan pemerintah.

“Kami pastikan tidak ada masyarakat yang terlewat penanganannya. Petugas kesehatan sudah diturunkan untuk menjangkau warga yang membutuhkan,” pungkas Gus Yasin. (*)

Share This Article