SRAGEN – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj yasin Maimoen, meminta organisasi Santri harus senantiasa mengikuti perkembangan jaman. Hal itu dia sampaikan saat melantik pengurus Santri Gayeng Nusantara Kabupaten Sragen, Grobogan, dan Blora, di Pendopo Bupati Sragen, Sabtu (19/03/2022).
Dia mengatakan organisasi santri saat ini harus mampu menunjukkan kualitasnya. Selain itu, dia juga berharap organisasi santri bisa terus berkembang sehingga mampu menjadi organisasi yang mandiri serta berdedikasi.
“Kami modernisasi organisasi santri. Kita tidak mau ketinggalan dalam era industri 4.0. Kami gelar pelatihan, memberikan pengajian-pengajian yang benar-benar bisa menyejukkan hati kita semua,” kata Taj Yasin.
- Resmi Dilantik, Pengurus Prima DMI Jateng 2025-2029 Siap Bentengi Moral Generasi Muda
- Ustazah Mumpuni Bius Ribuan Nahdliyyin Ungaran Timur, Ajak Sukseskan Gerakan NU Peduli
- Percepat Transisi Energi Hijau, Pemprov Jateng Resmi Bentuk Forum Energi Daerah
- Sinergi Berantas TBC, Nawal Arafah Yasin dan PPTI Jateng Kejar Target Zero TB 2030
- Geber Proyek Logistik dan TOD, Ahmad Luthfi Gaet Inggris Jadi Mitra Strategis Jateng
Orang nomor dua di Jateng itu meminta agar organisasi santri senantiasa mendukung program-program yang dicanangkan oleh pemerintah. Bagi dia, kolaborasi perlu dijalin secara serius demi memaksimalkan dampak positif program untuk masyarakat.
Selain itu, dia juga mengingatkan kepada seluruh santri agar mau menjadi benteng bagi masyarakat terkait adanya paham radikal yang terus berupaya memecah-belah warga.
Taj Yasin juga meminta SGN terus mendukung program program pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dia menilai berbagai aspek di masyarakat dapat didorong agar program yang dicanangkan oleh pemerintah terealisasi secara maksimal.
“Wakil bupati memberikan wejangan bahwa kita diharapkan membantu kabupaten masing-masing membantu pemerintahan daerah,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sragen, Suroto, mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi santri bahu membahu untuk memberantas paham radikalisme.
“Monggo entah itu di mana saja, mari kita bersama. Dengan harapan kita-kita ini dibetitahu, radikalisme itu bagaimana. Maka dari itu mohon petunjuk dari Wakil Gubernur Jateng,” kata dia.
Setelah acara pelantikan, Taj Yasin melanjutkan kunjungan kerja di Sragen dengan menyerahkan santunan kepada anak yatim, piatu, dan duafa di Desa Karang Pelem, Kecamatan Kedawung.
