SEMARANG, ReaksiNasional.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Mardiono menyatakan optimisme partainya dalam menyongsong Pemilu legislatif 2029. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa perjuangan politik PPP tidak boleh semata-mata berorientasi pada kemenangan, melainkan harus tetap mengedepankan moralitas dan etika sesuai dengan nilai-nilai keislaman.
Hal tersebut disampaikan Mardiono usai pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) IX PPP Jawa Tengah yang digelar di Hotel Patra, Kota Semarang, Sabtu (7/2/2026). Menurutnya, nilai amar makruf nahi mungkar menjadi salah satu fondasi utama dalam cara PPP berpolitik, sehingga kemenangan harus diraih dengan cara yang bermartabat dan beretika.
Ia menegaskan bahwa politik yang dijalankan PPP berlandaskan pada nilai-nilai kehidupan bermasyarakat sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Mardiono mencontohkan perjuangan Rasulullah yang diawali dengan menyatukan kaum Muhajirin dan Ansor sebagai teladan dalam membangun kebersamaan dan persatuan.
Terkait segmentasi pemilih, Mardiono menyebut PPP tidak membatasi diri hanya pada umat Islam. Ia menegaskan bahwa PPP bukanlah partai Islam, melainkan partai yang berasaskan Islam, sehingga nilai-nilai keislaman menjadi pedoman dalam berpolitik tanpa menutup diri terhadap seluruh lapisan masyarakat.
Ia juga mengingatkan tantangan Pemilu 2029 yang akan diikuti lebih banyak partai politik, dengan komposisi pemilih yang didominasi generasi milenial sekitar 60 hingga 70 persen. Oleh karena itu, PPP dinilai perlu melakukan penyesuaian dalam pola dan strategi komunikasi politik agar selaras dengan dinamika zaman dan karakter pemilih muda.
Mardiono menekankan bahwa Muswil tidak hanya bertujuan membentuk kepengurusan untuk masa khidmat lima tahun ke depan, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk merumuskan arah dan strategi politik menghadapi Pemilu 2029. Selain itu, PPP diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan kerja politik yang bersinergi dengan pemerintah dalam mendorong perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan umat.
Menurutnya, sebagai negara demokrasi, kedaulatan berada di tangan rakyat, baik dalam bidang politik maupun ekonomi. Oleh sebab itu, insan politik dituntut untuk terus hadir di tengah masyarakat dan berperan aktif dalam mengantarkan kesejahteraan bagi rakyat.
Sementara itu, Ketua Panitia Muswil IX PPP Jawa Tengah Yusuf Cahyono menjelaskan bahwa jumlah suara dalam Muswil tersebut mencapai sekitar 80 suara yang berasal dari 36 kabupaten/kota, ditambah satu suara untuk setiap DPC yang memperoleh empat kursi legislatif dan kelipatannya. Ia juga menyebutkan bahwa tim formatur berjumlah tujuh orang yang terdiri dari unsur DPP, DPW, serta perwakilan peserta Muswil.
Plt Ketua DPW PPP Jawa Tengah Istajib turut menyampaikan optimismenya dalam menyongsong Pemilu 2029 sejalan dengan tema besar Muswil yang mengedepankan semangat kebersamaan. Ia menegaskan bahwa setelah Muswil, PPP Jawa Tengah akan segera melakukan konsolidasi melalui Musyawarah Cabang di seluruh wilayah Jawa Tengah.


