Ning Nawal Kunjungi Pengungsi Banjir Pati, Bagikan Susu dan Buku untuk Anak-Anak

2 Min Read
Ketua TP PKK Jawa Tengah sekaligus Bunda PAUD Jateng, Hj. Nawal Arafah Yasin, membagikan susu dan buku bacaan kepada anak-anak pengungsi banjir di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Rabu (21/1/2026).

, ReaksiNasional.com – Warga korban banjir di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, mendapat secercah hiburan dan perhatian di tengah masa pengungsian yang berkepanjangan. Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah sekaligus Bunda PAUD Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengunjungi para pengungsi dan membagikan susu serta buku bacaan untuk , Rabu (21/1/2026).

Kehadiran , sapaan akrabnya, disambut antusias oleh warga. Ia menyapa para pengungsi, memberikan semangat, serta mendekap anak-anak yang selama lebih dari 10 hari harus tinggal di lokasi pengungsian akibat banjir yang belum surut. Senyum pun tampak mengembang dari wajah anak-anak maupun orang tua mereka saat menerima bantuan tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Ning Nawal mendampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau pengungsi di Balai Desa Bumirejo dan Balai Desa Doropayung, Kecamatan Juwana. Ia berharap pemberian susu dapat membantu menjaga asupan gizi anak-anak, sementara buku bacaan bisa menjadi hiburan sekaligus sarana edukasi selama berada di pengungsian.

Ning Nawal menekankan pentingnya perhatian khusus bagi anak-anak korban bencana, baik dari sisi kesehatan maupun kondisi psikologis. Menurutnya, anak-anak perlu tetap merasa bahagia dan aman meskipun berada dalam situasi darurat akibat banjir.

Salah seorang warga Desa Doropayung, Suwarti, mengaku senang dengan kunjungan tersebut. Ia menuturkan, selama sekitar dua pekan berada di pengungsian, warga jarang mendapatkan hiburan, terutama bagi anak-anak. Kehadiran Ning Nawal beserta bantuan buku dan susu membuat suasana pengungsian menjadi lebih ceria.

Warga berharap kunjungan itu dapat memberikan semangat bagi para korban banjir, khususnya anak-anak, agar tetap kuat dan optimistis menghadapi kondisi yang ada. Mereka juga berharap banjir yang merendam desa mereka tidak kembali terulang. Hingga kini, banjir masih menggenangi permukiman di wilayah tersebut sehingga warga terpaksa bertahan di pengungsian.

Share This Article