KENDAL, ReaksiNasional.com – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kendal terus memperkuat upaya menjaga keharmonisan antarumat beragama melalui pendekatan nonformal. Salah satunya diwujudkan lewat kegiatan Ngopi Bareng yang digelar perdana di kediaman Ketua FKUB Kendal, KH Sajidin Noor, di Botomulyo, Cepiring, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kamis (8/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri anggota FKUB Kendal, GM FKUB Kendal, jajaran Polres Kendal, Kapolsek Cepiring, serta komunitas Gusdurian. Dalam suasana santai dan penuh keakraban, peserta berdiskusi mengenai pentingnya menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, serta membangun komunikasi lintas elemen masyarakat di Kabupaten Kendal.
Ketua FKUB Kendal, KH Sajidin Noor mengatakan kegiatan Ngopi Bareng diharapkan menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah bertukar gagasan dalam menjaga kondusivitas daerah.
“Kerukunan tidak cukup hanya dibangun melalui forum resmi, tetapi juga perlu dirawat melalui pertemuan yang hangat dan penuh kebersamaan seperti ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan Ngopi Bareng rencananya akan digelar secara rutin dari rumah ke rumah, rumah ibadah, hingga lingkungan pesantren sebagai upaya mempererat hubungan antarumat beragama di Kendal.
Inisiatif tersebut mendapat respons positif dari Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar. Ia menegaskan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif tidak dapat tercipta tanpa adanya kebersamaan, komunikasi, serta toleransi di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami sangat mengapresiasi upaya FKUB Kendal dalam menjaga dan memperkuat kerukunan di tengah masyarakat. Situasi kamtibmas yang kondusif tidak dapat tercipta tanpa adanya kebersamaan, komunikasi, dan toleransi antar elemen masyarakat,” katanya.
Kapolres menegaskan Polres Kendal siap bersinergi dengan FKUB, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai komunitas untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Kendal.
“Kami berharap kegiatan semacam ini terus dilaksanakan sebagai ruang silaturahmi dan dialog yang positif. Dengan komunikasi yang baik, potensi gesekan maupun konflik sosial dapat dicegah sejak dini sehingga situasi Kendal tetap aman, damai, dan harmonis,” lanjutnya.
Dalam diskusi tersebut, FKUB juga menyampaikan sejumlah aspirasi dan keprihatinan terkait kondisi sosial yang berkembang di masyarakat. Para tokoh lintas agama menyoroti maraknya praktik judi online, penyalahgunaan narkoba, aksi tawuran, hingga peredaran minuman keras yang dinilai meresahkan masyarakat.
Selain itu, tingginya angka pernikahan dini yang berdampak pada meningkatnya perceraian usia muda juga menjadi perhatian serius. FKUB menilai perlunya edukasi berbasis data dan fakta statistik untuk mendukung pembinaan sosial dan keagamaan tanpa mencantumkan identitas pribadi masyarakat.
Pertemuan tersebut turut membahas langkah pencegahan dan antisipasi keamanan terkait keberadaan pekerja migran serta Tenaga Kerja Asing (TKA). Isu tersebut dipandang penting guna mencegah potensi konflik sosial maupun gangguan kamtibmas akibat perbedaan budaya dan persoalan ketenagakerjaan.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolres Kendal menegaskan seluruh persoalan sosial memiliki dampak langsung terhadap stabilitas keamanan wilayah. Karena itu, diperlukan sinergi antara Polri, pemerintah daerah, pihak Imigrasi, tokoh agama, hingga masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan masalah secara komprehensif.
Sebagai langkah konkret, Polres Kendal akan meningkatkan deteksi dini dan monitoring terhadap keberadaan pekerja migran maupun TKA melalui koordinasi lintas sektoral dengan pemerintah daerah dan perusahaan pengguna tenaga kerja. Selain itu, patroli dialogis serta edukasi kepada masyarakat terkait bahaya isu SARA dan hoaks juga akan terus dioptimalkan.
Perusahaan pun didorong memberikan orientasi mengenai budaya lokal dan aturan hukum Indonesia kepada para TKA agar keharmonisan di lingkungan kerja maupun masyarakat tetap terjaga.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan puisi oleh Kiai Subchan dan Tedy yang semakin menambah suasana hangat dan penuh kebersamaan dalam forum tersebut.


