Ngonthel di Prambanan Diikuti 40 Negara, Dubes Jerman dan Belanda Sebut Jadi Magnet Baru Pariwisata

6 Min Read
Duta Besar Belanda Mr Marc Gerritsen, Duta Besar Jerman H.E. Ralf Beste, Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno, dan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengikuti kegiatan bersepeda klasik dalam The 44th Annual Event International Veteran Cycle Association (IVCA) 2026 di kawasan Candi Prambanan, Klaten, Kamis (21/5/2026).

KLATEN, ReaksiNasional.com – Kegiatan bersepeda klasik atau ngonthel di kawasan Candi Prambanan, Kabupaten Klaten, , yang diikuti peserta dari 40 negara, meninggalkan kesan mendalam bagi sejumlah duta besar. Mereka menilai aktivitas bersepeda menyusuri desa-desa sekitar Prambanan berpotensi menjadi magnet baru pariwisata berbasis olahraga dan budaya.

Kesan itu disampaikan Duta Besar Belanda Mr Marc Gerritsen saat mengikuti The 44th Annual Event International Veteran Cycle Association (IVCA) 2026 di Prambanan, Klaten, Kamis (21/5/2026). Mengendarai sepeda onthel klasik Gazelle, Marc mengaku terkesan dengan keramahan warga yang menyapa, melambaikan tangan, dan memberikan semangat kepada para peserta.

“Kami bersepeda dan berkeliling desa, banyak orang melambaikan tangan dan mengatakan ‘Semangat’, itu benar-benar menyenangkan,” kata Marc di sela kegiatan.

Marc menyebut pengalaman bersepeda di kawasan Prambanan akan ia ceritakan kepada masyarakat di Belanda. Ia juga menyarankan pemerintah daerah menyiapkan lebih banyak jalur sepeda agar wisatawan memiliki rute yang lebih beragam saat berkunjung ke Prambanan.

“Ini akan menjadi magnet wisata yang hebat. Sehingga ada banyak peluang wisata yang dikembangkan,” ujarnya.

Kesan serupa juga disampaikan Duta Besar Jerman H.E. Ralf Beste. Ia mengaku mendapat pengalaman luar biasa selama mengikuti kegiatan bersepeda klasik di sekitar Candi Prambanan. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sepeda, terutama bagi wisatawan dari Eropa.

“Saya melihat ada budaya bersepeda yang kuat dan juga melihat banyak potensi pariwisata. Ini adalah destinasi yang sangat indah dan dengan candi-candi yang Anda lihat. Anda dapat menarik banyak orang dari Eropa yang ingin bersepeda ke sini,” katanya.

Ralf juga mengajak masyarakat untuk mulai membangun kota yang ramah pesepeda. Menurutnya, bersepeda merupakan pilihan transportasi yang murah, sehat, dan ramah lingkungan dibandingkan kendaraan bermotor.

“Jadi mengapa tidak kita semua bersepeda?” ujarnya.

Menanggapi apresiasi para tamu mancanegara tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan bersejarah itu di Kabupaten Klaten. Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Klaten terus mendorong pengembangan sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga.

“Kami di Pemprov Jateng maupun dari Kabupaten Klaten memiliki program sport tourism. Bagaimana pengembangan pariwisata yang dikolaborasikan dengan olahraga. Olahraga sepeda ini bagi kami menjadi bagian juga untuk mempromosikan wisata di Jawa Tengah,” kata Sumarno yang ikut ngonthel menggunakan sepeda klasik Fongers buatan tahun 1940-an.

Sumarno menambahkan, bersepeda juga dapat menjadi alternatif aktivitas ramah lingkungan, terlebih di tengah dampak situasi global yang turut memengaruhi harga bahan bakar minyak. Ia menilai kondisi geografis Klaten yang relatif datar mendukung masyarakat untuk lebih banyak menggunakan sepeda dalam aktivitas sehari-hari.

“Mudah-mudahan nanti kegiatan ini juga menginspirasi untuk aktivitas-aktivitas yang kita lakukan lebih banyak bersepeda. Satu, ramah lingkungan. Yang kedua sepeda juga merupakan bagian kita untuk menjaga kesehatan,” lanjutnya.

Ia berharap kehadiran peserta IVCA 2026 dari berbagai negara dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di kawasan Prambanan. Aktivitas para tamu, mulai dari berbelanja, makan, hingga menikmati produk lokal, dinilai dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

“Itu menjadi bagian dari perputaran ekonomi untuk pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah,” katanya.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan, pihaknya merasa bangga karena Kabupaten Klaten dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan tahunan International Cycling History yang menjadi bagian dari rangkaian International Cycling Festival. Terlebih, kegiatan itu diikuti perwakilan dari 40 negara dan dihadiri Duta Besar Belanda serta Duta Besar Jerman.

“Tentunya ini menambah semangat kita bersama untuk menjadi tuan rumah yang baik di acara ini,” ujarnya.

Hamenang menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi daerah, terutama sebagai sarana promosi Kabupaten Klaten dan Provinsi Jawa Tengah di tingkat internasional. Ia juga berharap momentum ini dapat kembali menggeliatkan budaya bersepeda di masyarakat, terutama untuk aktivitas jarak dekat.

“Setelah ini kita bersama-sama bisa kembali menggeliatkan bersepeda. Mungkin kalau hanya jarak 1 sampai dengan 5 kilo putar-putar di antar desa, kegiatan antar desa, rapat RT, RW, belanja di sekitar bisa menggunakan sepeda,” urainya.

Pengurus IVCA Jawa Tengah Sukarno Pandu menjelaskan, kegiatan IVCA 2026 di Prambanan diikuti sekitar 100 peserta dari 40 negara. Mereka mengendarai sepeda klasik menyusuri desa-desa di kawasan Prambanan dan mengikuti berbagai kegiatan budaya yang disiapkan masyarakat setempat.

Rombongan pengonthel IVCA 2026 juga menyita perhatian warga, terutama saat sejumlah peserta mengendarai sepeda klasik jenis penny farthing dan mengajak anak-anak desa untuk mencobanya. Para peserta juga menikmati suguhan musik gamelan, makanan tradisional, tarian, dan permainan rakyat saat singgah di Desa Kemudo.

Dalam kegiatan tersebut, duta besar, Sekda Jawa Tengah, dan Bupati Klaten juga sempat mencoba membatik dengan menorehkan motif pada selembar kain. Gelaran IVCA 2026 dijadwalkan berlanjut pada Minggu (24/5/2026), dengan agenda bersepeda bersama sekitar 15 ribu masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Tengah menyusuri desa sekitar Prambanan sejauh kurang lebih 26 kilometer.

Share This Article