PEKALONGAN, reaksinasional.com – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 Pekalongan, Pemerintah Kota Pekalongan bersama DPRD memastikan kesiapan daerah dalam menjaga situasi tetap aman, nyaman, dan kondusif. Sejumlah langkah antisipatif telah disiapkan, mulai dari pengendalian harga kebutuhan pokok, pengamanan aktivitas masyarakat, hingga pengaturan lalu lintas selama libur akhir tahun.
Wali Kota Pekalongan A. Afzan Arslan Djunaid mengatakan, koordinasi lintas sektor terus dilakukan guna meminimalisir potensi gejolak harga bahan pokok menjelang dan selama momentum Natal dan Tahun Baru. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pelaksanaan operasi pasar melalui dinas terkait apabila kondisi di lapangan dinilai memerlukan intervensi.
“Memang tidak bisa dihindari, setiap momentum besar seperti Lebaran, Natal, dan Tahun Baru biasanya ada kenaikan harga. Tinggal bagaimana kita menekannya agar tidak signifikan dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujar Aaf, sapaan akrab Wali Kota Pekalongan, seusai Rapat Paripurna DPRD Kota Pekalongan, Senin, 15 Desember 2025.
Menurutnya, ketersediaan barang menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas harga di pasaran. Meski harga beras di Jawa Tengah saat ini masuk dalam lima besar tertinggi secara nasional, kondisi di Kota Pekalongan dinilai masih relatif terkendali karena stok kebutuhan pokok mencukupi.
“Selama barang tersedia, masyarakat akan lebih tenang. Ini yang terus kita jaga bersama, baik dari sisi distribusi maupun pengawasan di lapangan,” jelasnya.
Selain pengendalian harga, Pemkot Pekalongan juga mempersiapkan langkah antisipasi terkait meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru 2026. Pemerintah daerah berencana menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan unsur terkait untuk mematangkan kesiapan pengamanan serta pengaturan lalu lintas.
Aaf menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pekalongan tidak menggelar acara resmi pada malam pergantian tahun. Namun, masyarakat tetap diperbolehkan merayakan secara mandiri dengan tetap mematuhi aturan yang berlaku.
“Kalau masyarakat mau mengadakan kembang api silakan, tapi harus sesuai ketentuan dan berizin. Dari pemerintah tidak ada acara khusus,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pekalongan M. Azmi Basyir turut mengimbau masyarakat agar merayakan libur Natal dan Tahun Baru dengan penuh tanggung jawab serta mengedepankan ketertiban, keamanan, dan sikap saling menghormati.
“Kota Pekalongan ini terbuka untuk semua. Ini kota milik bersama, sehingga perayaan apa pun harus tetap menjaga toleransi dan ketertiban umum,” ujarnya.
Azmi juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu kenyamanan warga lain, seperti penggunaan petasan secara berlebihan maupun konvoi kendaraan yang dapat menghambat arus lalu lintas dan membahayakan keselamatan.
“Yang paling penting adalah komunikasi. Selama ini komunikasi umat Kristiani dengan pemerintah daerah, Polresta, dan FKUB sudah berjalan sangat baik. Ini harus terus dijaga,” katanya.
Ia menegaskan DPRD Kota Pekalongan akan terus mengawal bersama Pemerintah Kota dan aparat keamanan guna memastikan seluruh rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 berjalan aman, damai, dan kondusif.
“Insya Allah menjelang akhir tahun semuanya sudah siap. Harapannya masyarakat bisa merayakan dengan nyaman, aman, dan penuh kebersamaan,” pungkasnya.

