MWCNU Ungaran Timur Tegaskan Satu Abad NU untuk Kemakmuran Indonesia

4 Min Read
Ketua MWCNU Kecamatan Ungaran Timur Sokhis menyampaikan sambutan dalam peringatan 100 Tahun Nahdlatul Ulama di Ungaran Timur, Jumat (30/1/2026) malam.

, ReaksiNasional.com – Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Ungaran Timur, Sokhis, menegaskan bahwa peringatan satu abad Nahdlatul Ulama merupakan peneguhan komitmen NU sebagai organisasi keagamaan yang sejak berdiri pada 1926 Masehi terus mengabdikan diri untuk kemakmuran bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Sokhis usai kegiatan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 NU yang digelar di halaman MWCNU Kecamatan Ungaran Timur, Jumat (30/1/2026) malam. Ia menekankan bahwa NU sejak awal berdiri hingga saat ini secara konsisten menegaskan komitmen NKRI sebagai harga mati, sekaligus berperan sebagai pengawal dan penjaga persatuan bangsa.

Menurut Sokhis, peringatan di Ungaran Timur juga menjadi momentum untuk memperkuat perpaduan antara struktur dan kultur NU yang selama ini telah terjalin melalui berbagai kegiatan rutin, baik di tingkat MWCNU maupun Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) di kelurahan dan desa. Ia menyebutkan, kegiatan rutin tersebut antara lain Lailatul Ijtima di tingkat ranting serta Naharul Ijtima di tingkat MWCNU.

Selain kegiatan keagamaan, juga secara konsisten menjalankan berbagai kegiatan sosial yang disesuaikan dengan kalender keagamaan. Di antaranya adalah santunan anak yatim pada bulan Muharram, bantuan bagi janda lanjut usia, serta kegiatan sosial lainnya yang menyasar masyarakat yang membutuhkan.

Dalam bidang kebencanaan, Sokhis menyampaikan bahwa MWCNU Ungaran Timur juga aktif memobilisasi Banser Tanggap Bencana (Bagana) untuk membantu warga terdampak bencana di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok, perlengkapan ibadah, serta bantuan tunai, termasuk dalam penanganan bencana di Kabupaten Pemalang dan Banjarnegara.

Sokhis juga menyampaikan harapannya agar keberadaan masjid yang telah dibangun di lingkungan NU Ungaran Timur dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan keumatan. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta restu para sesepuh NU setempat untuk meresmikan masjid tersebut melalui kegiatan pengajian yang rencananya akan menghadirkan Gus Iqdam.

Ia menjelaskan bahwa nama Masjid Nurul Hadi Al-Hasyimi merupakan pemberian dari KH Ahmad Munif Girikusumo atau Mbah Munif, yang sebelumnya menyarankan agar rencana pembangunan musala ditingkatkan menjadi masjid yang lebih besar dan dapat digunakan untuk kegiatan i’tikaf serta aktivitas keagamaan lainnya. Rencana peresmian masjid tersebut juga akan mengundang KH Ahmad Munif Girikusumo sebagai bentuk penghormatan.

Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan Harlah ke-100 NU Ungaran Timur, Junaidi Ahmad Sani, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan peringatan satu abad NU di wilayah tersebut meliputi doa bersama untuk para pendiri dan pejuang NU, gema selawat, khaul akbar, serta doa untuk keselamatan bangsa.

Junaidi menilai NU memiliki potensi besar apabila dikelola secara baik dan terorganisasi. Ia menyebutkan, kegiatan peringatan yang dipersiapkan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 14 hari, dapat berjalan dengan lancar dan dihadiri hampir 1.000 jamaah, sebagai bukti soliditas warga NU di Ungaran Timur.

Ia berharap ke depan seluruh pengurus NU, badan otonom, dan warga NU dapat semakin solid, kompak, serta saling membantu dalam menjaga persatuan. Menurutnya, Islam ala NU yang rahmatan lil alamin harus terus diwujudkan dengan merangkul seluruh lapisan masyarakat demi menjaga suasana kondusif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Share This Article