Muslimat NU Tembalang Santuni 38 Anak Yatim, Perkuat Kepedulian Sosial dan Pemberdayaan UMKM

4 Min Read
Ketua PAC Muslimat NU Kecamatan Tembalang Rr. Dwi Supratiwi bersama Ketua PC Muslimat NU Kota Semarang Hj. Umiyati Humam berfoto dengan anak-anak yatim usai penyerahan santunan di Masjid Al-Muttaqin, Pengkol, Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Minggu (5/7/2026).

, ReaksiNasional.com – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Tembalang menyalurkan santunan kepada 38 anak yatim dalam rangka memperingati bulan Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan yang digelar di Masjid Al-Muttaqin, Pengkol, Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Minggu (5/7/2026), menjadi bagian dari komitmen Muslimat NU dalam memperkuat kepedulian sosial sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ketua PAC Muslimat NU Kecamatan Tembalang, Rr. Dwi Supratiwi, mengatakan santunan anak yatim merupakan agenda rutin yang menjadi pelengkap gerakan sosial Muslimat NU. Sebanyak 38 anak yatim berasal dari 12 Pimpinan Ranting (PR) dan enam Pimpinan Anak Ranting (PAR), dengan masing-masing wilayah mengirimkan dua anak sebagai penerima manfaat.

“Total ada 38 anak yatim dari 12 ranting dan enam anak ranting yang pada hari ini menerima santunan, masing-masing mengirimkan dua anak,” ujar Dwi Supratiwi.

Ia menjelaskan, setiap anak menerima bantuan berupa uang tunai sebesar Rp250 ribu serta perlengkapan sekolah senilai Rp100 ribu yang terdiri atas buku tulis, pensil, bolpoin, penggaris, penghapus, dan tempat pensil.

Menurut perempuan yang akrab disapa Tiwik tersebut, penyaluran perlengkapan sekolah dipilih karena bertepatan dengan momen tahun ajaran baru sehingga diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga, kakek, maupun nenek yang merawat anak-anak yatim.

Selain menjalankan program sosial, PAC Muslimat NU Kecamatan Tembalang juga aktif mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pertanian perkotaan (urban farming). Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian keluarga sehingga perlu terus diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan.

Muslimat NU juga menjalankan program kepedulian lingkungan melalui gerakan pemilahan sampah yang menyasar masjid, musala, madrasah, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), hingga warung pedagang kaki lima (PKL).

“Semua sudah mendapatkan edukasi untuk pilah sampah. Tiap tempat sudah dipilah dengan dua tempat sampah, jadi kita tinggal mengambil saja karena sudah dipilah di masing-masing lokasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PC Muslimat NU Kota Semarang, Hj. Umiyati Humam, mengatakan santunan anak yatim merupakan bentuk nyata kepedulian Muslimat NU terhadap masyarakat yang membutuhkan. Kehadirannya dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari silaturahmi setelah dipercaya memimpin PC Muslimat NU Kota Semarang.

“Hari ini saya sengaja silaturahmi dan perkenalan dalam rangka terpilihnya saya sebagai Ketua Muslimat NU Kota Semarang, dan kebetulan juga bertepatan dengan kegiatan rutin tahunan santunan di bulan Muharram,” ujarnya.

Umiyati menambahkan, perhatian terhadap anak yatim yang tidak tinggal di panti asuhan menjadi salah satu fokus pengabdian kader Muslimat NU. Menurutnya, tidak semua anak yatim bersedia tinggal di panti karena memilih tetap bersama keluarga, sehingga keberadaan organisasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk memberikan pendampingan.

Di sisi lain, Camat Tembalang, Eko Agus Padang Haryanto, mengapresiasi konsistensi Muslimat NU dalam menjalankan kegiatan sosial di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

“Kami mengapresiasi di tengah kondisi perekonomian seperti saat ini masih tetap bergerak dalam kegiatan sosial. Mudah-mudahan memberikan keberkahan bagi semua,” katanya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah dan Muslimat NU terus diperkuat dalam menangani berbagai persoalan masyarakat, mulai dari penanganan stunting, pengelolaan sampah, pembinaan UMKM, hingga penguatan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.

Eko juga menawarkan dukungan fasilitas bagi kegiatan Muslimat NU di wilayah Kecamatan Tembalang, termasuk penggunaan perangkat pengeras suara untuk mendukung sosialisasi program pemerintah. Selain itu, ia mendorong promosi produk-produk UMKM milik kader Muslimat NU agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, perempuan memegang peran penting, baik di lingkungan keluarga maupun ruang publik. Selain menjadi figur utama dalam pembentukan karakter anak di era digital, perempuan juga berkontribusi besar dalam menggerakkan sektor usaha mikro dan perekonomian masyarakat.

Share This Article