Semarang, ReaksiNasional.com – Musyawarah Cabang (Muscab) IX Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Kendal berlangsung lancar dan penuh suasana kekeluargaan. Seluruh peserta mengikuti jalannya persidangan secara kompak dan guyub dalam forum yang digelar di Hotel Pandanaran Semarang, Sabtu (2/5/2026).
Muscab IX PPP Kabupaten Kendal dilaksanakan secara serentak bersama Kota Semarang, Kota Salatiga, dan Kabupaten Semarang dalam agenda Muscab Dapil Jawa Tengah I.
Sidang komisi dipimpin Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Kendal, Masrifah Afna. Ia menyampaikan bahwa kelancaran agenda Muscab tidak terlepas dari pelaksanaan pra-Muscab yang sebelumnya telah melibatkan seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan badan otonom (Banom) partai.
“Kita selesaikan dulu yang belum selesai kemarin waktu pra-Muscab,” kata Afna yang langsung disambut persetujuan peserta sidang.
Selama jalannya musyawarah, tidak terlihat perdebatan berarti antarpeserta. Forum lebih banyak membahas poin-poin kesepakatan yang sebelumnya telah dirumuskan saat pra-Muscab untuk kemudian disahkan bersama.
Ketua DPC PPP Kabupaten Kendal, Abdul Syukur, mengatakan bahwa selama satu periode kepemimpinannya, partai lebih fokus membangun komunikasi dengan kalangan kiai sepuh di Kabupaten Kendal guna menyiapkan regenerasi politik melalui PPP.
Ia mengakui bahwa masa kepemimpinannya di tengah pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri karena terbatasnya ruang interaksi dan konsolidasi partai.
“Harapannya kita lebih fokus ke gen Z, mungkin garapannya bisa PPP Goes to School misalnya, menggandeng Bawaslu untuk pendidikan politik,” ujarnya di sela Muscab.
Menurut Abdul Syukur, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kendal agar kegiatan pendidikan politik tersebut tetap sesuai regulasi yang berlaku.
“Nah sebetulnya peran Banom itu di sini, pada sektor-sektor nonstruktural partai,” tambahnya.
Muscab IX PPP Kabupaten Kendal menghasilkan susunan tim formatur yang terdiri atas satu unsur DPP, satu unsur DPW, satu unsur DPC, dan empat unsur Pimpinan Anak Cabang (PAC).
Dalam forum tersebut, Abdul Syukur ditetapkan mewakili unsur DPC, sementara unsur PAC diwakili Ahmad Mualif dari PAC Singorojo, Umar Syahid dari PAC Patebon, Abdullah dari PAC Cepiring, serta Sami’an dari PAC Pageruyung. Adapun unsur DPW dan DPP masih menunggu penetapan lebih lanjut.
Tim formatur diberikan waktu selama tujuh hari untuk menyusun struktur kepengurusan baru yang diharapkan mampu meningkatkan kekuatan dan perolehan suara PPP pada Pemilihan Legislatif 2029 mendatang.


