Memboyong Napas Kreatif Dewata ke Jogja: ISI Bali Gelar Pameran Nasional Warma Bhuwana Wangsa

3 Min Read

YOGYAKARTA – Mengusung semangat “Derma Manusia Dunia”, Institut Seni Indonesia (ISI) Bali memboyong napas kreatif Pulau Dewata ke jantung seni Yogyakarta melalui perhelatan Pameran Seni Rupa dan Desain bertajuk “Warma Bhuwana Wangsa”. Pameran yang diselenggarakan di Sangkring Art Space ini berlangsung dari tanggal 8 hingga 18 November 2025.

Agenda ini merupakan bagian dari rangkaian besar Bali Nata Bhuwana IV, sebuah wahana tahunan yang didedikasikan untuk mendiseminasikan hasil riset dan penciptaan seni akademik ke kancah nasional. Melalui ruang ini, ISI Bali berupaya menunjukkan bahwa karya seni rupa bukan hanya hasil belajar di kelas, melainkan aktualisasi diri yang mampu berbicara di tingkat yang lebih luas.

image 2

Pameran Seni Rupa dan Desain Nasional (Waskita Rupa) di Sangkring Art Space, Sabtu (8/11).

Acara dibuka secara khidmat pada Sabtu (8/11) oleh Gusti Pangeran Haryo Indrokusumo, yang hadir mewakili KGPAA Paku Alam X. Dalam sambutannya, beliau menggarisbawahi filosofi tema Warma Bhuwana Wangsa yang dinilai selaras dengan jati diri bangsa, di mana seni diposisikan sebagai kontribusi nyata dan persembahan tulus bagi kemanusiaan serta alam semesta.

Rektor ISI Bali, Prof. Dr. Wayan ‘Kun’ Adnyana, menjelaskan bahwa pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi pameran merupakan penanda kuatnya tali silaturahmi budaya antara Bali dan Jawa. Beliau menegaskan bahwa pameran ini adalah wujud “derma” pengetahuan dan estetika hasil olah kreatif para dosen dan mahasiswa untuk memberikan pencerahan melalui karya-karya yang visioner.

image 3

Di bawah arahan kurator Prof. Dr. I Wayan Karja dan Dr. A.A. Gede Rai Remawa, pameran ini menjadi titik temu gagasan bagi sembilan perguruan tinggi seni ternama di Indonesia. Institusi yang terlibat mencakup ISI se-Indonesia, ISBI Bandung, IKJ, Telkom University, hingga universitas dari Surabaya dan Mataram, menciptakan dialog artistik yang sangat kaya dan beragam.

Lebih dari 60 seniman dan desainer, diantaranya A.A. Anom Mayon Kt., Ni Kadek Karuni, Agung Cahyana, Aries Burdani, Ni Luh Ayu Pradnyani Utami, Tjok Abi, Tiartini Mudarahayu, Yuni Diantari, Ida Ayu Gede Artayani, Bayu Segara, Dedy Prayatna, Rai Sunarini, dan lainnya menampilkan karya yang mewakili keberagaman media serta perspektif kontemporer.  Kehadiran jajaran pimpinan perguruan tinggi seni se-Indonesia dalam acara pembukaan semakin mempertegas posisi pameran Waskita Rupa sebagai salah satu barometer penting perkembangan seni akademik di Indonesia saat ini.

Share This Article