Matangkan MTQ Nasional 2026, Jateng Minta Dukungan Penuh Pemerintah Pusat

5 Min Read
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengikuti rapat koordinasi persiapan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 bersama Kemenko PMK di Jakarta, Rabu (29/4/2026), guna mematangkan dukungan transportasi, infrastruktur, dan teknis pelaksanaan di Kota Semarang.

, ReaksiNasional.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mematangkan koordinasi teknis menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang akan digelar di Kota Semarang pada September mendatang.

Rapat koordinasi yang berlangsung di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (29/4/2026), difokuskan untuk memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan MTQ Nasional dapat berjalan lancar, mulai dari kesiapan venue, transportasi, hingga dukungan lintas kementerian dan lembaga.

Menteri Koordinator Bidang PMK, Pratikno, menegaskan pemerintah pusat siap memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan MTQ Nasional di Jawa Tengah. Menurutnya, koordinasi lintas kementerian akan diperkuat agar kebutuhan logistik dan infrastruktur selama pelaksanaan kegiatan dapat terpenuhi secara optimal.

“Pokoknya kita dukung penuh. Urusan seperti ini, mulai dari haji, mudik, hingga PON, kami sudah biasa mengoordinasikan dukungannya. Apalagi ini di Semarang, wilayahnya sudah menyatu dengan Solo dan Jogja, sehingga akses akomodasi sangat fleksibel,” ujar Pratikno.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa tahapan persiapan penyelenggaraan MTQ Nasional telah berjalan sejak awal tahun. Sejumlah aspek administratif, mulai dari pembentukan kepanitiaan, penetapan tema, hingga penyelesaian logo dan maskot, disebut telah rampung.

“Tahapan kita sudah semakin matang. Tempat, logo, dan tema sudah disepakati. Bulan April ini kita mulai proses penentuan event organizer yang akan melaksanakan kegiatan,” kata Taj Yasin.

Ia menjelaskan, meski persiapan teknis di tingkat daerah berjalan sesuai rencana, dukungan pemerintah pusat tetap dibutuhkan, terutama terkait aksesibilitas menuju lokasi kegiatan. Sebab, seluruh rangkaian acara MTQ Nasional akan tersebar di 13 venue yang berpusat di Kota Semarang.

Taj Yasin meminta Kemenko PMK membantu mengoordinasikan penambahan frekuensi penerbangan menuju Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang bersama Kementerian Perhubungan. Selain itu, dukungan armada transportasi untuk mobilisasi peserta antarvenue juga dinilai sangat penting.

“Kami butuh koordinasi terkait akses penerbangan bagi kafilah dari berbagai provinsi agar lebih mudah menjangkau Jawa Tengah. Selain itu, dukungan armada untuk mobilisasi antar 13 venue juga penting,” imbuhnya.

Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, mengatakan rapat koordinasi tersebut menjadi langkah awal untuk menyinkronkan kebutuhan daerah dengan kebijakan pemerintah pusat. Ia menyoroti tingginya jumlah peserta sebagai tantangan utama dalam aspek logistik dan transportasi.

“Berdasarkan laporan, target peserta saja sekitar 8.000 orang,” ujarnya.

Menurut Warsito, mobilitas ribuan peserta dari seluruh provinsi menuju Semarang memerlukan perhatian khusus, terutama terkait transportasi udara. Untuk itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan guna memastikan adanya penambahan penerbangan menuju Semarang selama pelaksanaan MTQ berlangsung.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan adanya penambahan jumlah penerbangan atau extra flight menuju Semarang,” jelasnya.

Selain koordinasi antar kementerian, Kemenko PMK juga akan menjalin komunikasi langsung dengan maskapai penerbangan, termasuk Garuda Indonesia dan sejumlah maskapai lainnya, guna memastikan akses penerbangan peserta dari berbagai daerah tidak terkendala keterbatasan jadwal.

Warsito juga mengungkapkan rencana pemerintah melibatkan sejumlah BUMN strategis untuk mendukung teknis pelaksanaan sekaligus menyemarakkan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. Menurutnya, daya tarik Jawa Tengah sebagai tuan rumah menjadi modal kuat untuk membangun kolaborasi lintas sektor.

“Kami akan mencoba mengoordinasikan dukungan dari BUMN-BUMN strategis. Daya tarik Jawa Tengah sangat tinggi,” katanya.

Ia menegaskan, peran Kemenko PMK adalah memastikan seluruh kementerian dan lembaga teknis bergerak dalam koordinasi yang sama demi kelancaran pelaksanaan MTQ Nasional.

“Intinya, kami siap mendukung penuh sesuai kewenangan untuk mengoordinasikan kementerian/lembaga terkait agar semua teknis pelaksanaan berjalan lancar,” pungkas Warsito.

MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11-20 September 2026 di Kota Semarang. Pembukaan dan penutupan acara akan digelar di Lapangan Simpang Lima Semarang. Sementara Malam Ta’aruf dan Pameran MTQ dipusatkan di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Pawai Ta’aruf akan dimulai dari halaman Balai Kota Semarang dan berakhir di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah. Adapun venue perlombaan tersebar di sejumlah lokasi, antara lain Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah, Auditorium Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo, Gedung Prof. Soedarto Universitas Diponegoro, hingga beberapa fasilitas pemerintah dan kampus lainnya di Kota Semarang.

Share This Article