Lumbung Mataraman Sriharjo Terapkan Pertanian Terpadu untuk Perkuat Ketahanan Pangan Lokal

4 Min Read
Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta menghadiri panen raya ketela di kawasan Lumbung Mataraman Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (22/5/2026).

BANTUL, ReaksiNasional.com – Panen raya ketela di kawasan Lumbung Mataraman Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan lokal berbasis pertanian terpadu yang dikembangkan masyarakat bersama pemerintah kalurahan.

Lurah Sriharjo, Titik Istiawatun Hasanah, mengatakan Lumbung Mataraman dikembangkan dengan konsep integrated farming atau pertanian terpadu. Konsep tersebut menghubungkan sektor pertanian dan peternakan secara berkelanjutan agar sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Konsepnya pertanian terpadu. Output peternakan menjadi input pertanian, kemudian limbah pertanian juga bisa dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan peternakan,” kata Titik, Jumat (22/5/2026).

Menurut Titik, limbah peternakan dimanfaatkan sebagai pupuk pertanian, sementara limbah pertanian dapat digunakan kembali sebagai pakan ternak. Pola ini diharapkan mampu menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien, berkelanjutan, dan mendukung kemandirian pangan warga.

Ia menjelaskan, kawasan Lumbung Mataraman juga menjadi sarana pembelajaran bagi petani di Sriharjo. Pengelolaannya melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT), Taruna Tani, kelompok tani, serta gabungan kelompok tani yang berada di bawah koordinasi BUMDes.

Selain mengembangkan tanaman pangan, Pemerintah Kalurahan Sriharjo juga mulai memproduksi pupuk organik berbahan dasar kotoran kambing untuk mendukung pengembangan varietas pertanian di kawasan tersebut.

“Pembuatan pupuk organik dari kotoran kambing sudah mulai dilakukan dan nantinya akan dikembalikan lagi untuk mendukung pertanian di sini,” ujarnya.

Titik menyebut kawasan lumbung bersama kandang kelompok warga memiliki luas sekitar 1,9 hektare. Meski demikian, pengelolaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia masih menjadi tantangan utama, terutama dalam pengembangan varietas pertanian.

“Kendalanya lebih pada pengelolaan dan peningkatan kapasitas, terutama terkait pengembangan varietas pertanian,” imbuhnya.

Selain hasil panen ketela, Sriharjo juga mulai mengembangkan produk olahan singkong menjadi mokaf atau modified cassava flour. Tepung mokaf tersebut kemudian diolah menjadi berbagai produk pangan, termasuk mi instan mokaf “Srimi”.

“Kalau olahan lainnya lebih ke mokafnya, singkong itu diolah jadi mokaf. Lalu dari mokafnya itu diolah jadi mi instan mokaf Srimi,” jelas Titik.

Sementara itu, Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, mengatakan keberadaan Lumbung Mataraman Desa Mandiri Pangan di Sriharjo diharapkan mampu mewujudkan kemandirian pangan masyarakat. Menurut dia, kawasan tersebut telah ditanami berbagai jenis tanaman pangan sesuai arahan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.

“Harapan kami ke depan di Sriharjo ini memang betul-betul mampu terkait dengan kemandirian pangan. Artinya, di kompleks Lumbung Mataraman ini sudah ditanam berbagai jenis makanan sesuai arahan pemerintah, yaitu ketahanan pangan, sehingga makanan yang ditanam di Lumbung Mataraman Kalurahan Sriharjo ini mudah didapat, murah, sehat, dan bergizi,” tutur Aris.

Aris menambahkan, keberadaan lumbung pangan tersebut diharapkan mampu menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat Kalurahan Sriharjo.

“Insyaallah masyarakat di wilayah Kalurahan Sriharjo ini tidak akan kekurangan pangan,” katanya.

Selain sektor pangan, Aris juga menyoroti potensi budaya dan pariwisata di wilayah Imogiri yang dinilai perlu terus dijaga dan dilestarikan. Ia menyebut Imogiri memiliki banyak tradisi, desa wisata, wisata religius, serta kesenian tradisional di masing-masing dusun.

“Kalau tradisi di Kapanewon Imogiri ini memang banyak karena termasuk desa wisata juga. Wisata religius, kemudian wisata kesenian tradisional di masing-masing dusun ini harapan kita tetap terjaga dan dilestarikan untuk mendukung kegiatan ini,” pungkasnya.

Share This Article