LP PWNU Jateng Gelar Bimtek Pemberdayaan Koperasi Pesantren di Salatiga

3 Min Read
Peserta Bimtek Pemberdayaan Koperasi Pondok Pesantren mengikuti sesi materi di PPTI Al Falah, Kota Salatiga, Selasa–Rabu (10–11/2/2026).

SALATIGA, ReaksiNasional.com – Lembaga Perekonomian Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LP PWNU) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Pemberdayaan Koperasi Pondok Pesantren sebagai Pendidikan Sosial dan Ekonomi Santri. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, Selasa–Rabu (10–11/2/2026), di PPTI Al Falah, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama antara LP PWNU Jawa Tengah dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam rangka peningkatan pembangunan keumatan di bidang perekonomian. Bimtek diikuti oleh 18 koperasi pondok pesantren dari wilayah Salatiga dan sekitarnya dengan tujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia pesantren dalam mengelola usaha produktif berbasis potensi lokal.

Program pemberdayaan tersebut dirancang menggunakan sistem zonasi dan akan dilaksanakan secara bertahap di berbagai wilayah lain di Jawa Tengah hingga menjangkau seluruh kabupaten dan kota. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan penguatan dapat dilakukan secara merata dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pengantar dan pembukaan resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah. Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah Yusuf Hidayat menyampaikan materi mengenai kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendukung pemberdayaan koperasi pondok pesantren.

Mewakili Ketua LP PWNU Jawa Tengah, Judi Budiman menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara LPNU dan Dinkop UKM Provinsi Jawa Tengah. Ia menegaskan bahwa kemandirian ekonomi pondok pesantren perlu terus diperkuat melalui program yang sistematis, terukur, serta memiliki kejelasan input dan output.

Menurutnya, penguatan koperasi pesantren sejalan dengan program strategis LP PWNU Jawa Tengah dalam pemberdayaan ekonomi umat. Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan ekonomi berbasis komunitas.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi tentang peningkatan kapasitas kompetensi sumber daya manusia koperasi pesantren dalam budidaya ikan lele yang produktif, efisien, dan berkelanjutan. Materi tersebut disampaikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan. Selanjutnya, PT Matahari Sakti memaparkan materi lanjutan terkait manajemen pakan, pengelolaan kesehatan ikan, inovasi dan teknologi budidaya, serta strategi pemasaran hasil budidaya.

Memasuki hari kedua, materi disampaikan oleh LDP Gema Nusantara yang mencakup pengenalan budidaya ikan lele, persiapan sarana dan prasarana, pemilihan dan penanganan benih, manajemen usaha budidaya, teknik pembesaran, hingga panen dan pascapanen.

Melalui kegiatan ini, LP PWNU Jawa Tengah berharap koperasi pondok pesantren mampu meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha secara profesional dan berkelanjutan. Koperasi diharapkan tidak hanya menjadi instrumen ekonomi, tetapi juga menjadi sarana pendidikan sosial dan ekonomi bagi para santri di seluruh Jawa Tengah.

Share This Article