Ad image

Lepas Relawan NU Peduli Jateng ke Aceh, Rais PWNU Tekankan Pentingnya Menjaga Mentalitas

3 Min Read
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shadaqah menyampaikan arahan saat Apel Pelepasan Relawan NU Peduli Jateng ke Aceh di halaman Kantor PWNU Jateng, Kota Semarang, Sabtu (10/1/2026).

SEMARANG, ReaksiNasional.com – Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Ubaidillah Shadaqah mengingatkan para Peduli Jateng yang akan menjalankan misi kemanusiaan ke agar senantiasa menjaga mentalitas dan keikhlasan selama bertugas di lokasi bencana. Pesan tersebut disampaikan saat Apel Pelepasan Relawan NU Peduli Jateng ke Aceh yang digelar di halaman Kantor PWNU Jawa Tengah, Jalan dr. Cipto 180, Kota Semarang, Sabtu (10/1/2026) sore.

Dalam arahannya, Kiai Ubaid, sapaan akrabnya, menekankan bahwa para korban bencana umumnya berada dalam kondisi psikologis yang rentan. Oleh karena itu, relawan dituntut untuk bersabar dan memahami situasi emosional masyarakat terdampak yang kerap mudah tersinggung atau enggan beraktivitas akibat tekanan batin yang dialami.

Ia mengingatkan bahwa relawan mungkin akan menjumpai kondisi di mana sebagian korban hanya mampu duduk diam sementara relawan bekerja membantu pemulihan. Menurutnya, situasi tersebut merupakan ujian keikhlasan yang harus disikapi dengan lapang dada tanpa keluhan ataupun gerutuan.

Kiai Ubaid menjelaskan bahwa seseorang yang tengah dilanda duka mendalam, misalnya akibat rumahnya roboh diterjang bencana, tidak selalu memiliki kekuatan mental untuk segera bangkit dan membangun kembali. Dalam kondisi seperti itu, peran tetangga dan relawanlah yang menjadi tumpuan utama untuk membantu proses pemulihan.

Pengasuh Pesantren Al Itqoon Bugen Tlogosari Wetan, Pedurungan, Kota Semarang tersebut juga menegaskan bahwa misi kemanusiaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ajaran agama. Menurutnya, agama pada hakikatnya mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan, di mana manusia ditempatkan sebagai makhluk Tuhan yang memiliki kelebihan sekaligus keterbatasan.

Ia menuturkan, ketika bencana terjadi, manusia harus memosisikan diri sebagai sesama manusia yang terpanggil untuk menolong dan mengentaskan penderitaan orang lain. Bahkan, dalam kondisi tertentu, kepentingan kemanusiaan harus didahulukan, termasuk ketika harus menolong orang lain yang berada dalam bahaya meskipun sedang menjalankan ibadah pribadi.

Menurutnya, prinsip hubungan antar sesama manusia atau hablum minannas tidak dapat dipisahkan dari hubungan dengan Tuhan atau hablum minallah. Nilai kemanusiaan, kata dia, sangat lekat dengan dimensi ketuhanan karena pertolongan Tuhan seringkali hadir melalui tangan manusia yang digerakkan hatinya untuk membantu sesama.

Ia menambahkan, menolong manusia yang tertimpa musibah, terlebih sesama umat Islam, merupakan panggilan moral dan spiritual yang membutuhkan perhatian serta ketulusan. Dengan bekal mentalitas yang kuat dan niat yang ikhlas, para relawan diharapkan mampu menjalankan misi kemanusiaan dengan sebaik-baiknya di Aceh.

Share This Article