WONOGIRI, Reaksi Nasional – Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, secara resmi melantik 7 anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Wonogiri Periode 2026–2030 dan 134 kepala sekolah jenjang PAUD, SD, serta SMP. Prosesi pelantikan digelar di Aula Gedung B Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Wonogiri, Rabu (31/12/2025).
Dalam pelantikan tersebut, rotasi dan promosi jabatan kepala sekolah dilakukan dengan rincian: 12 orang akibat penggabungan (regrouping) sekolah, 13 orang untuk program piloting, 52 orang promosi, dan 57 orang mutasi.
Usai melantik, Setyo Sukarno mengungkapkan bahwa penataan ini juga mempertimbangkan kedekatan domisili para pendidik dengan wilayah kerjanya. Strategi ini diambil agar pendidik dapat memantau aktivitas siswa secara lebih komprehensif, tidak hanya saat jam sekolah.
“Harapannya nanti dapat memberikan pemantauan terhadap peserta didiknya selama 24 jam,” tutur Setyo.
Tekankan Harmoni dan Sekolah Gratis
Kepada para guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah, Bupati berpesan agar mampu menciptakan suasana kerja yang harmonis. Kepala sekolah diminta memosisikan diri sebagai sosok yang dituakan dan menjadi teladan di lingkungan satuannya.
Selain itu, Setyo memberikan peringatan keras terkait kebijakan sekolah gratis. Ia menegaskan larangan terhadap segala bentuk tarikan maupun pungutan kepada siswa dan orang tua/wali. Hal ini demi menjaga transparansi dan mendukung visi Wonogiri yang berdaya saing, maju, dan berkelanjutan.
“Semua untuk memajukan pendidikan di Wonogiri. Pada akhirnya, setiap hasil pengamatan menjadi aspirasi dan rekomendasi pemerintah guna menciptakan transparansi,” pungkasnya.

