Konvoi Kemenangan Persib Sisakan Puluhan Ton Sampah di Kota Bandung

3 Min Read
Ilustrasi AI Google Gemini

, ReaksiNasional.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung bergerak cepat menangani lonjakan sampah seusai konvoi kemenangan Persib Bandung yang memastikan gelar juara liga tiga tahun beruntun. Dari hasil penyisiran di lapangan, petugas mengumpulkan sampah hingga puluhan ton dalam satu hari.

Kepala DLH Kota Bandung, Darto, mengatakan proses pembersihan sudah dimulai sejak Minggu (24/5/2026) dini hari. Salah satu temuan mencolok berada di kawasan Cikapayang yang menjadi titik kumpul bobotoh.

“Sekitar pukul 05.30 WIB, di area Cikapayang saja ditemukan enam karung sampah botol. Ini jadi anomali karena jumlahnya cukup banyak,” ujar Darto di Pendopo Kota Bandung, Minggu (24/5/2026).

Menurut Darto, jenis sampah yang mendominasi adalah botol plastik dan kemasan makanan. Namun, petugas juga menemukan sampah lain yang cukup mengkhawatirkan, seperti bekas flare dan potongan mercon.

“Bekas flare saja kami dapat tiga karung besar di Cikapayang. Belum lagi sisa petasan atau mercon yang berserakan,” paparnya.

Kondisi serupa ditemukan di sejumlah ruas jalan utama yang dilalui konvoi, seperti Jalan Ir. H. Djuanda atau Dago, Jembatan Layang Pasupati, hingga kawasan Gedung Sate menuju Sukajadi.

“Sepanjang Pasupati dari Gedung Sate sampai ke arah Sukajadi itu kotor sekali. Sementara ke arah Pasteur relatif lebih bersih,” ungkapnya.

Untuk menangani lonjakan sampah tersebut, DLH Kota Bandung mengerahkan 69 petugas penyapu yang mulai bekerja sejak pukul 04.00 WIB. Pembersihan juga didukung armada berupa dua motor sampah, lima mobil pikap, satu truk, dan satu truk compactor.

Namun, proses pembersihan tidak selalu berjalan optimal. Darto menjelaskan, pergerakan petugas kerap terhambat oleh masih banyaknya massa yang bertahan di lokasi hingga pagi hari.

“Ketika massa masih berkumpul, kami cukup kesulitan bergerak. Seperti di Cikapayang, pagi hari pun masih banyak yang belum bubar,” jelasnya.

DLH mencatat ada enam titik utama penumpukan massa yang berkontribusi terhadap tingginya volume sampah. Titik tersebut meliputi kawasan Pendopo, Cikapayang, Jembatan Layang Pasupati, Gedung Sate, Islamic Center atau Pusdai, area Graha Persib dan Taman Radio, serta sepanjang Jalan Dago.

Berdasarkan estimasi sementara, volume sampah yang dihasilkan dari satu hari kegiatan konvoi mencapai sekitar tujuh truk. Jumlah itu berpotensi bertambah seiring masih berlangsungnya rangkaian perayaan.

Darto mengatakan, DLH menyesuaikan strategi pembersihan dengan kondisi di lapangan. Pembersihan maksimal baru dapat dilakukan setelah kerumunan massa mulai berkurang.

“Kami perkirakan massa baru akan beranjak sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah itu, baru pembersihan bisa lebih optimal,” katanya.

Darto mengimbau bobotoh untuk tetap menjaga kebersihan selama merayakan kemenangan tim kebanggaan. Ia juga menyoroti kebiasaan membuang dan memecahkan botol yang dinilai memperparah kondisi sampah.

“Silakan merayakan kemenangan, tapi jangan memecahkan botol. Botol utuh saja sudah sulit ditangani, apalagi yang pecah karena harus dipungut satu per satu,” tegasnya.

Ia berharap euforia kemenangan Persib tetap diiringi kesadaran menjaga lingkungan agar Kota Bandung tetap bersih, aman, dan nyaman bagi seluruh warga.

Share This Article