Ad imageAd image

Konfercab X GP Ansor, Wali Kota Semarang Tekankan Sinergi Pusat dan Jaga Nilai Lokal

2 Min Read

SEMARANG, Reaksi Nasional – Wali Kota Semarang, Pramestuti, menekankan pentingnya Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang untuk terus bersinergi dengan Pimpinan Pusat (PP) dalam menjalankan roda organisasi. Pesan tersebut disampaikan melalui Wakil Wali Kota Semarang, , saat menghadiri Konferensi Cabang (Konfercab) X GP Ansor di GOR Pondok Pesantren Al Itqoon, Bugen, Tlogosari Wetan, Minggu (4/1/2026).

Menurut Iswar, kepengurusan PP GP Ansor saat ini memiliki banyak program strategis yang perlu diterjemahkan dan dieksekusi hingga ke tingkat kota.

“Program-program dari pusat harus kita turunkan dan sinergikan di tingkat Kota Semarang agar dampaknya lebih terasa,” ujar Iswar.

Iswar juga menyoroti tayangan video profil kegiatan GP Ansor yang ditampilkan dalam acara tersebut. Ia menilai, tantangan sosial yang dihadapi Ansor saat ini justru menjadi “guru” yang baik untuk mematangkan eksistensi organisasi di Ibu Kota .

- Advertisement -
Ad imageAd image

Jaga Nilai “Kampung”

Di tengah modernisasi organisasi, Pemerintah Kota Semarang mengingatkan agar kader Ansor tidak melunturkan nilai-nilai kearifan lokal yang telah dijaga secara turun-temurun.

“Atas nama Pemerintah Kota Semarang, kami mengucapkan selamat berkonferensi. Jaga kebersamaan, jaga kekompakan, dan tetap jaga nilai-nilai dari kampung dalam organisasi kita,” pesannya.

Iswar mengapresiasi kiprah GP Ansor Kota Semarang selama 10 tahun terakhir yang dinilai aktif sebagai mitra strategis pemerintah. Kolaborasi yang terjalin selama ini dianggap berkontribusi besar dalam menciptakan kondusivitas wilayah. Ia berharap komunikasi efektif terus dibangun demi kebesaran organisasi dan kemajuan kota.

Ingatkan Niat Khidmah

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kota Semarang demisioner, Abdur Rahman, memberikan pesan internal yang tegas kepada para kader. Ia mengingatkan agar niat berorganisasi di Ansor tidak didasari oleh ambisi politik praktis sesaat, berkaca pada banyaknya mantan pengurus yang kini berkiprah di legislatif.

“Jangan mau jadi pengurus hanya karena mau tampil terus kemudian maju nyaleg. Ansor ini tempat kita berkhidmat kepada para kiai dan ulama,” tegas Abdur Rahman.

Share This Article